- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan telah mengalami beberapa kali upaya penyuapan selama satu tahun menjabat sebagai kepala negara.
- Upaya menyogok yang dimaksud terjadi beberapa waktu lalu, dengan salah satu tawaran mencapai nominal 1 miliar dolar Amerika Serikat.
- Prabowo menegaskan perlunya penegakan aturan sesuai kepentingan bangsa dan negara, meskipun ia dan adiknya menolak tawaran tersebut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak habis pikir lantaran ada upaya untuk menyogok dirinya. Ia sampai geleng-geleng kepala karena upaya sogok itu bukan hanya satu-dua, melainkan beberapa kali.
Cerita tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Mulanya Prabowo mengingatkan jangan berkuasa lalu kemudian menjual diri. Ia lantas menceritakan pengalamannya selama satu tahun ke belakang menjadi kepala negara.
"Aku 1 tahun aja ya jadi Presiden geleng-geleng kepala juga saya, berapa kali saya mau disogok, bolak-balik datang, minta ini minta itu," kata Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo dengan tegas meminta aturan ditegakkan demi kepentingan bangsa dan negara.
"Tegakkan peraturan, tegakkan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara. Saya ndak ikut-ikut yang lain-lain," tegas Prabowo.
Cerita Orang Nekat Ingin Sogok Prabowo
Untuk diketahui, pada Oktober 2025 lalu, pihak Istana sempat berbicara terkait cerita Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo yang mengaku ada orang nekat yang berupaya menyogok Presiden Prabowo Subianto dengan tawaran 1 miliar dolar AS.
Tidak hanya Prabowo, Hashim bercerita bahwa ia juga mengalami hal serupa, di mana ada pihak yang berupaya menyogok dirinya.
Baca Juga: Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara
Adik Prabowo ini bersyukur, ia dan kakaknya masih dalam lindungan Tuhna sehingga tidak tergoda dan menolak mentah-mentah upaya tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tidak berkomentar banyak perihal tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa cerita yang disampaikan Hashim benar adanya.
"Kira-kira begitulah," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Sebelumnya, Hashim mengungkap ada orang nekat yang berupaya menyogok Presiden Prabowo Subianto dengan tawaran 1 miliar dollar atau setara Rp16,5 triliun.
Tawaran tersebut kata dia, jelas ditolak mentah-mentah oleh kepala negara.
Hashim yang merupakan adik dari Prabowo bercerita, beberapa bulan lalu kakaknya menghubungi dia melalui sambungna telepon.
Berita Terkait
-
Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara
-
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
-
Istana Prihatin Atas Teror Terhadap Influencer, Minta Polisi Lakukan Investigasi
-
Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri