- Aparat hukum mematangkan penerapan KUHP dan KUHAP baru melalui rapat koordinasi lintas sektoral di Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
- Polisi menegaskan kedudukannya sebagai penyidik utama dalam KUHAP baru namun bersifat setara dengan aparat penegak hukum lain.
- Tindak lanjut rapat adalah membangun forum koordinasi berkelanjutan antara penyidik dan jaksa untuk menyamakan persepsi teknis penegakan hukum.
Suara.com - Penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru mulai dimatangkan aparat penegak hukum.
Salah satu isu krusial yang mengemuka adalah penegasan posisi polisi sebagai penyidik utama, yang dinilai berpotensi memicu tumpang tindih kewenangan antarpenegak hukum.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk menyamakan persepsi penerapan aturan baru tersebut.
Rapat itu turut dihadiri Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menegaskan, meski KUHAP baru menyebut polisi sebagai penyidik utama, tidak ada relasi subordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya.
“Seluruh penegak hukum sifatnya equal atau setara,” kata Iman kepada wartawan usai rapat koordinasi di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebut, koordinasi dengan kejaksaan dilakukan justru untuk mencegah perbedaan tafsir dan potensi gesekan kewenangan dalam praktik penegakan hukum.
Pembahasan dalam rapat lebih diarahkan pada aspek teknis agar proses penyidikan dan penuntutan berjalan sejalan.
“Kami lebih banyak membahas hal teknis agar pelaksanaan penegakan hukum ini lebih cepat, lebih mudah, dan masyarakat bisa lebih transparan mengakses perkembangan penegakan hukumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Blak-blakan Menkum Supratman: KUHP-KUHAP Produk Politik, Tak Bisa Puaskan Semua Pihak
Iman mengakui, sejumlah pasal dalam KUHP baru masih menjadi perhatian publik, termasuk ketentuan yang berkaitan dengan kebebasan berekspresi.
Namun, pembahasan substansi pasal-pasal tersebut belum menjadi fokus utama dalam pertemuan ini.
“Untuk hal-hal yang lain, nanti akan kami laksanakan melalui forum koordinasi yang dibangun antara penyidik dengan kejaksaan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Polda Metro Jaya berencana membangun forum koordinasi berkelanjutan antara penyidik dan jaksa.
Skema ini diarahkan menjadi sistem komunikasi lintas Criminal Justice System (CJS) guna memastikan penerapan KUHP dan KUHAP baru tidak memicu friksi antarpenegak hukum.
“Kami harapkan ke depan dibangun sistem komunikasi atau koordinasi lintas CJS,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan