- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons unjuk rasa buruh menuntut kenaikan UMP dan UMSK di depan Istana Merdeka, Kamis (8/1/2026).
- Pramono menyatakan penetapan upah Jakarta telah melalui proses Dewan Pengupahan yang transparan dan kesepakatan Alpha 0,75.
- Pemerintah mengawasi ketat implementasi upah dan berharap demonstrasi buruh dapat berjalan tertib tanpa menimbulkan kerugian publik.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara terkait aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar elemen buruh di depan Istana Merdeka Jakarta.
Massa aksi diketahui menyuarakan tuntutan terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) baik untuk wilayah Jakarta maupun Jawa Barat pada hari ini.
Pramono Anung menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin oleh undang-undang.
"Yang namanya demo itu kan hak demokrasi, dan siapa saja boleh melakukan itu, tetapi tentunya dengan izin," ujar Pramono di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Terkait besaran upah di ibu kota, Pramono mengklaim bahwa proses penetapannya telah melibatkan Dewan Pengupahan secara transparan.
Pramono kembali menjelaskan bahwa penetapan angka Alpha sebesar 0,75 merupakan hasil kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak buruh, pengusaha, hingga pemerintah.
"Jadi ketika proses di Jakarta pada waktu itu, Dewan Pengupahan betul-betul berjalan dengan transparan dan terbuka," terangnya.
Ia juga menekankan bahwa pengawasan terhadap implementasi upah ini dilakukan secara ketat oleh Dinas Tenaga Kerja dan jajaran terkait.
"Pemerintah Jakarta memonitor secara langsung, dan pelaksanaannya berjalan dengan ketat sebenarnya. Tetapi solusinya berjalan dengan baik. Sehingga Alpha-nya diputuskan 0,75 itu kesepakatan bersama," papar Pramono.
Baca Juga: Digitalisasi Pembayaran, Jurus Pramono Anung Berantas Copet dan Preman di Pasar Jakarta
Pramono meyakini, standar upah di Jakarta saat ini sudah berada di level yang sangat kompetitif jika dikomparasikan dengan daerah-daerah tetangga.
"UMP Jakarta juga dibandingkan daerah lain kan sudah tinggi sekali," tegasnya.
Namun pada akhirnya, Pramono tetap mempersilakan kelompok buruh untuk menggelar aksi penyampaian pendapat terkait standar UMP.
Ia cuma berpesan agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung secara tertib tanpa adanya kericuhan yang merugikan publik.
"Yang paling penting, demonya baik-baik saja, itu aja," pungkas Pramono.
Berita Terkait
-
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
-
Bidik Dana Minimal Rp3 Miliar, Bank Jakarta Berencana IPO Tahun 2027
-
Jawab Dukungan Presiden Prabowo, Pramono Anung: Gubernur Harus Bisa Bekerja Sama dengan Pusat
-
Digitalisasi Pembayaran, Jurus Pramono Anung Berantas Copet dan Preman di Pasar Jakarta
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana