- Gubernur DKI Jakarta mendorong digitalisasi pembayaran di 153 pasar kelolaan Pasar Jaya.
- Digitalisasi pasar ini bertujuan meningkatkan keamanan transaksi dan menekan aksi kriminalitas seperti copet.
- Penerapan sistem digital juga diharapkan berjalan bersamaan dengan peningkatan kebersihan dan estetika pasar.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah gencar mendorong program digitalisasi di seluruh pasar tradisional yang berada di bawah naungan Pasar Jaya.
Langkah strategis ini dilakukan mengingat besarnya jumlah pasar yang harus dikelola secara profesional di wilayah ibu kota.
Pramono memaparkan bahwa saat ini terdapat ratusan pasar yang menjadi fokus utama dalam implementasi teknologi sistem pembayaran digital.
"Sesuai data yang diberikan oleh Pak Dirut kepada saya, sekarang ini di Pasar Jaya ada 153 pasar yang dikelola oleh Pasar Jaya. Bukan jumlah yang sedikit," ujarnya di kawasan Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).
Transformasi digital menjadi visi utama bagi manajemen pasar untuk menyentuh seluruh lapisan klasifikasi pasar yang ada di Jakarta.
"Digitalisasi pasar memang spirit dari Pasar Jaya. Mau di tempat pasar kelas C maupun D, QRIS tetap kami terapkan," kata Pramono.
Pramono mengungkapkan bahwa penggunaan sistem non-tunai ini memiliki manfaat krusial untuk aspek keamanan para pedagang maupun pembeli.
Ia meyakini bahwa minimnya perputaran uang tunai secara otomatis akan menekan angka kriminalitas yang selama ini kerap terjadi di area pasar.
"Apa salah satu manfaat fungsi utama dari penggunaan digitalisasi ini? Satu, nggak ada copet. Kalau di pasar nggak ada copet kan aman, nyaman. Kedua, premannya juga nggak bisa malak, karena semakin berkurang duit cash-nya," klaim Pramono.
Baca Juga: Pemprov DKI Siagakan 1.200 Pompa Selama Cuaca Ekstrem, Klaim Genangan Bisa Surut dalam Sejam
Kehadiran sistem digital ini diproyeksikan mampu memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mumpuni dan efisien bagi warga.
"Dan yang paling penting adalah dengan digitalisasi yang ada ini, akan semakin memudahkan para pembeli untuk berbelanja dengan aman, nyaman," kata Pramono.
Selain persoalan keamanan dan kemudahan transaksi, Pramono juga menitikberatkan perhatiannya pada aspek estetika serta sanitasi lingkungan.
Mantan Sekretaris Kabinet tersebut berharap modernisasi sistem pembayaran berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kualitas kebersihan di setiap sudut pasar.
"Saya berpesan, mudah-mudahan kebersihan dijaga betul. Apalagi sekarang sudah pakai digitalisasi, pakai QRIS. Saya berharap betul pasar ini menjadi pasar yang bersih," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Siagakan 1.200 Pompa Selama Cuaca Ekstrem, Klaim Genangan Bisa Surut dalam Sejam
-
Prabowo Ajak PDIP Kerja Sama Meski di Luar Pemerintahan, Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI
-
Kini Bisa Dipakai Transaksi di 200 Negara, Pramono Anung: Bank Jakarta Dipercaya Kelas Global
-
Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan Mulai Dibongkar Bulan Ini
-
Pramono Anung Endus Ada Pihak yang Sengaja Adu Domba Warga Lewat Tawuran
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina