- PDIP menyelenggarakan HUT ke-53 dan Rakernas I pada 10-12 Januari 2026 di Ancol, Jakarta.
- Rakernas ini bertujuan mengonsolidasikan partai sebagai penyeimbang dengan fokus kerja nyata rakyat dan bencana.
- Tema utama "Satyam Eva Jayate" menekankan kebenaran ideologi Pancasila dan loyalitas pada kerakyatan.
Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersiap menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I.
Perhelatan besar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 Januari 2026 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa Rakernas kali ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk mengonsolidasikan sikap partai.
PDIP ingin mempertegas posisinya sebagai kekuatan penyeimbang yang tetap fokus pada kerja nyata bagi rakyat, terutama dalam penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
"PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusian, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat," kata Hasto di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Dalam agenda kali ini, PDIP mengusung tema besar Satyam Eva Jayate dengan sub-tema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya.
Slogan Satyam Eva Jayate yang berasal dari bahasa Sanskerta memiliki arti "Kebenaran akan Menang".
Hasto menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan landasan moral bagi kader, khususnya generasi muda, dalam menghadapi tantangan zaman.
"Tema Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945," katanya.
Baca Juga: Dilema PDIP dan Demokrat: Antara Tolak Pilkada Lewat DPRD atau Tergilas Blok Besar
"Bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate bukan sekedar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi Konstitusi serta berani menempuh jalan 'anti mainstream' di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, pria asal Yogyakarta ini memaparkan makna di balik sub-tema yang diambil dari lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Menurutnya, kutipan tersebut mencerminkan daya tahan (resilience) dan loyalitas partai terhadap rakyat.
"Keteguhan terhadap posisi 'di sanalah aku berdiri” juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik," lanjutnya.
Rangkaian acara akan dimulai dengan pembukaan HUT ke-53 pada 10 Januari, kemudian disambung dengan rapat kerja hingga 12 Januari 2026. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari hasil Kongres ke-VI PDIP yang digelar pada Agustus 2025 lalu.
Acara ini akan dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, pengurus daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, anggota DPR RI dan DPRD, serta kepala daerah maupun wakil kepala daerah dari PDIP.
Berita Terkait
-
Rakyat Tolak Pilkada via DPRD, Deddy Sitorus: Mereka Tak Mau Haknya Dibajak Oligarki
-
Sebut Sudah Ada Lobi Agar Dukung Pilkada via DPRD, Polikus PDIP: Sikap Kita Tak Akan Berubah!
-
PDIP Tolak Pilkada Dipilih DPRD, PAN Bicara Soal Dialog Cari Titik Temu
-
Prabowo Ajak PDIP Kerja Sama Meski di Luar Pemerintahan, Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar