- Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana mengakui keaslian ijazah UGM Presiden Jokowi setelah bertemu di Solo, Kamis (8/1/2026).
- Pengakuan drastis ini terjadi setelah keduanya melihat langsung dokumen ijazah asli milik Presiden Jokowi secara otentik.
- Keputusan ini menyebabkan keduanya menarik tudingan yang sebelumnya telah menjadikan mereka tersangka dalam proses hukum kepolisian.
Suara.com - Sebuah pemandangan politik yang tak terduga terjadi di kediaman pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo. Dua sosok yang selama ini dikenal sebagai penuding paling vokal soal keaslian ijazah Jokowi, Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana, akhirnya mengambil sikap 180 derajat.
Keduanya kini secara terbuka mengakui bahwa ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah asli dan sah. Perubahan sikap drastis ini terjadi usai keduanya bersilaturahmi langsung dengan Jokowi di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis sore (8/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung tertutup itu dibenarkan oleh ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah.
“Ya, betul,” ujarnya dikutip Kamis (8/1/2026).
Perubahan sikap ini sontak menyorot kembali sosok Damai Hari Lubis. Selama ini, ia dikenal sebagai figur yang keras dan tak kenal kompromi dalam mengkritik pemerintah. Lantas, siapakah sebenarnya Damai Hari Lubis?
Profil Damai Hari Lubis: Advokat Garis Keras di Jalur Oposisi
Damai Hari Lubis adalah seorang advokat dan aktivis hukum yang namanya melambung sebagai pengamat hukum dan politik kritis. Wajah dan suaranya kerap menghiasi ruang publik, baik melalui pernyataan langsung di media maupun tulisan opini yang tajam menguliti kebijakan pemerintah.
Sebagai seorang pengacara, Damai secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi, terutama yang menyangkut isu sensitif seperti kebebasan berpendapat, hak-hak sipil, dan perlindungan terhadap aktivis. Ia tercatat sering menjadi bagian dari tim advokasi yang menangani kasus-kasus bernuansa politik dan kekuasaan.
Damai dikenal memiliki karakter komunikasi yang tegas dan cenderung frontal, tak segan mengkritik langsung pejabat tinggi negara.
Baca Juga: Dua Tersangka Hoax Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Sinyal Kasus Akan Berakhir Damai?
Sikap inilah yang membuatnya dikenal luas sebagai figur yang konsisten berada di garis oposisi moral terhadap kebijakan yang dinilainya tidak berpihak pada kepentingan rakyat atau melanggar prinsip-prinsip hukum yang adil.
Posisi ini membuatnya sering berhadapan langsung dengan aparat penegak hukum, baik dalam konteks pelaporan, klarifikasi, maupun polemik hukum yang menyita perhatian publik.
Dalam setiap kasus yang ditanganinya, Damai selalu menempatkan dirinya sebagai pihak yang menuntut transparansi dan akuntabilitas dari penguasa.
Alasan di Balik Perubahan Sikap
Lalu, apa yang membuat sosok sekeras Damai Hari Lubis akhirnya "luluh" dan mengakui keaslian ijazah Jokowi? Menurut kuasa hukum yang mendampinginya, Elida Netty, pengakuan itu muncul setelah kliennya melihat langsung dokumen ijazah asli milik Jokowi dalam pertemuan di Solo.
Fakta otentik yang dilihat dengan mata kepala sendiri itu membuat Damai dan Eggi menarik kembali semua tudingan yang sebelumnya telah membawa mereka ke proses hukum hingga ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Pertemuan tersebut turut didampingi oleh Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Darmizal dan Sekjen ReJO Rakhmad.
“Sore hari ini, Bapak Joko Widodo telah menerima silaturahmi dari Saudara Eggi Sudjana dan Saudara Damai Hari Lubis, didampingi Saudari Elida Netty selaku kuasa hukum Saudara Eggi Sudjana," jelas Kompol Syarif dalam keterangan tertulis.
Menanggapi pengakuan dan permintaan maaf tersebut, Jokowi dilaporkan menunjukkan sikap yang tenang namun tegas. Ia menegaskan adanya pemisahan yang jelas antara urusan maaf secara personal dengan proses hukum negara yang harus tetap berjalan sesuai aturan.
Berita Terkait
-
Dua Tersangka Hoax Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Sinyal Kasus Akan Berakhir Damai?
-
Diserang Balik Isu Ijazah Palsu, Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya!
-
Dokter Tifa: Foto Muda Jokowi Cuma Mirip 1 Persen, 99 Persen Itu Orang Berbeda
-
Dokter Tifa Bongkar 6 Versi Ijazah Jokowi, Sebut Temuan Polda Blunder
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon