- Dr. Tifa menemukan enam spesimen ijazah berbeda milik Jokowi beredar sejak Mei hingga Desember 2025.
- Versi ijazah keenam dari Polda Metro Jaya menunjukkan perbedaan saintifik signifikan, termasuk emboss dan watermark.
- Analisis menunjukkan kejanggalan pada foto dan munculnya lintasan stempel yang tidak ada di lima versi sebelumnya.
Suara.com - Kontroversi mengenai keaslian ijazah mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat.
Dalam sebuah diskusi terbaru, Dokter sekaligus Ilmuan dr. Tifa mengungkapkan adanya temuan mengejutkan terkait keberadaan enam versi spesimen ijazah yang berbeda-beda, termasuk dokumen terbaru yang disebut berasal dari Polda Metro Jaya.
Dr. Tifa menjelaskan bahwa berdasarkan penelusurannya sejak 22 Mei hingga 15 Desember 2025, setidaknya terdapat enam versi fisik ijazah Jokowi yang beredar di publik maupun instansi negara.
"Dari sudut pandang saya, setidaknya ada enam versi spesimen ijazah Joko Widodo. Pertama, versi slide yang ditampilkan Bareskrim Polri di layar televisi, kedua versi yang diunggah Dian Sandi Utama di media sosial X yang diklaim sebagai ijazah asli," ujar dr. Tifa dalam kanal Youtube Bambang Widjojanto, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut, ia merinci versi ketiga, keempat, dan kelima merupakan fotokopi ijazah yang digunakan sebagai syarat administratif di KPUD Surakarta, KPUD Jakarta , dan KPU Pusat.
Hal yang menjadi sorotan utama dr. Tifa adalah kemunculan versi keenam yang terkait dengan pernyataan Polda Metro Jaya mengenai kepemilikan 709 dokumen terkait ijazah tersebut.
Menurutnya, versi terbaru ini justru menunjukkan perbedaan signifikan secara saintifik dibandingkan lima versi sebelumnya.
"Secara saintifik, artefaknya berbeda, pada versi keenam dari Polda ini, tiba-tiba muncul emboss dan watermark yang jelas. Padahal, pada ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985 yang kami jadikan pembanding, emboss berfungsi untuk mengunci tanda tangan. Jika emboss dibuat lebih dulu baru ditandatangani, itu indikasi dokumen palsu," tegasnya.
Selain masalah emboss, dr. Tifa juga menyinggung hasil analisis dari pakar telematika Roy Suryo dan ahli digital forensik Rismon Sianipar.
Baca Juga: SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
Roy Suryo disebut menemukan kejanggalan pada usia foto dalam ijazah yang dianggap tidak sesuai dengan kronologi waktu kelulusan.
Selain itu salah satu poin krusial yang dianggap sebagai "blunder" adalah munculnya lintasan stempel pada ijazah versi Polda Metro Jaya.
Dr. Tifa menyebutkan bahwa dalam lima versi ijazah sebelumnya, tidak ditemukan adanya lintasan stempel pada bagian pas foto.
"Di ijazah versi Polda ada lintasan stempelnya, sementara di lima versi sebelumnya tidak ada. Ini kan blunder. Analisis utama dari ratusan riset Mas Rismon Sianipar menunjukkan bahwa itu yang paling utama, yang paling penting adalah soal lintasan stempel," lanjutnya.
Menanggapi temuan tersebut, Dr. Tifa menekankan pentingnya scientific investigation atau penyidikan ilmiah yang transparan oleh institusi Polri untuk membuktikan kebenaran dokumen-dokumen tersebut.
Dr. Tifa dan timnya menyatakan akan terus meneliti 709 dokumen yang disebut milik Polda Metro Jaya tersebut untuk dibandingkan dengan spesimen asli dari lulusan UGM di tahun yang sama.
Berita Terkait
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
-
Akhirnya! Demokrat Polisikan Akun Medsos Penuding SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
-
Demokrat Akhirnya Polisikan Akun-akun Medsos yang Diduga Fitnah SBY Soal Isu Ijazah Jokowi
-
Serasa Magang saat Jabat Menhan, Prabowo Ungkap Alasan Boyong Menteri Jokowi ke Kabinet
-
Satu Akun Tumbang Minta Maaf, Andi Arief Tagih Pelaku Fitnah SBY Lain: Kami Tunggu
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
Terkini
-
PDIP Gelar HUT ke-53 dan Rakernas di Ancol, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang
-
PDIP Kecam Pelaporan Terhadap Pandji ke Polisi: Bentuk Intimidasi dan Pembungkaman Suara Rakyat
-
KPK Periksa Eks Kajari Bekasi Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara
-
MBG Kembali Digulirkan, Ini Catatan Kritis JPPI Soal Arah Pendidikan
-
Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029
-
Polda Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Protes Alasan Polisi
-
Pria di Depok Tewas Ditusuk Saat Tertidur Pulas, Pelaku Teriak 'Gua Orang Lampung'
-
Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran
-
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama dalam Materi 'Mens Rea'
-
Sedia Payung! Jakarta Bakal Diguyur Hujan Merata Hari Ini