News / Nasional
Kamis, 08 Januari 2026 | 14:29 WIB
Foto Jokowi Muda Viral di Medsos ( instagram )
Baca 10 detik
  • Dr. Tifa mengklaim perbedaan mencolok antara dua kelompok foto masa muda Jokowi menggunakan analisis matematika dan anatomi klinis.
  • Investigasi saintifik ini melibatkan 17 variabel morfologi wajah dan metode seperti Teorema Bayesian serta FACS.
  • Hasil perhitungan menunjukkan tingkat kemiripan kedua kelompok foto tersebut hanya sekitar satu persen, mengindikasikan dua individu berbeda.

Suara.com - Dokter Tifauzia Tyassuma alias dr. Tifa, kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait keabsahan foto-foto masa muda mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dengan menggunakan pendekatan matematika dan anatomi klinis, ia mengklaim bahwa terdapat perbedaan mencolok antara dua kelompok foto Jokowi yang selama ini diyakini sebagai orang yang sama.

Dokter Tifa menjelaskan bahwa dirinya menggunakan latar belakang ilmunya sebagai epidemiologist yang ia sebut sebagai "matematikanya kedokteran" untuk melakukan investigasi saintifik terhadap dokumentasi foto tersebut.

Dia mengungkapkan, bahwa ia tidak hanya melihat foto secara kasatmata, melainkan menggunakan metode penghitungan presisi.

Beberapa metode yang digunakan antara lain Teorema Bayesian serta Facial Action Coding System (FACS).

"Saya menggunakan 17 variabel anatomi morfologi wajah yang diekstrapolasikan ke dalam hitungan matematika. Mulai dari rasio panjang wajah, sudut mandibula, lebar rahang, jarak lipatan mata, posisi telinga, hingga hairline pattern," ujar Dr. Tifa, dikutip dari siniar kanal Youtube Bambang Widjojanto, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, variabel-variabel tersebut sudah dikunci dalam sebuah rumus matematika untuk membandingkan dua subjek dalam foto yang berbeda.

Dalam risetnya, dokter Tifa melakukan "exercise" atau uji coba membandingkan dua kelompok foto yang diklaim sebagai Joko Widodo saat muda.

Kelompok pertama adalah foto pemuda berkacamata, berkumis, dengan bentuk hidung dan bibir tertentu.

Baca Juga: Dokter Tifa Bongkar 6 Versi Ijazah Jokowi, Sebut Temuan Polda Blunder

Kelompok kedua adalah foto pemuda tanpa kacamata dengan fitur wajah yang dianggap berbeda secara signifikan. Hasil dari perhitungan rumus tersebut menurutnya sangat kontras.

Ternyata tingkat kemiripannya hanya 1 persen. Perbedaan antara kedua kelompok foto itu mencapai 99,71 persen. Secara matematika, itu adalah dua orang yang berbeda," tegasnya.

Ia bahkan menganalogikan temuan ini dengan istilah emas.

"Kalau ada emas 24 karat, ini adalah palsu 24 karat karena tingkat kemiripannya di bawah 1 persen. Matematika itu ilmu yang tidak bisa didebat, ia adalah hulu dan hilirnya sains," tambahnya.

Dr. Tifa juga menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang menurutnya belum mengoptimalkan scientific investigation atau penyidikan berbasis sains dalam menangani kasus ini.

"Sayang sekali polisi tidak menggunakan ilmu kami. Padahal ini adalah kompetensi yang kami uji bertahun-tahun melalui riset empirik," tuturnya.

Load More