- Satgas Galapana DPR RI mengidentifikasi empat prioritas penanganan bencana di Aceh hasil evaluasi 1-5 Januari 2026.
- Prioritas mencakup normalisasi sungai, pembukaan akses jalan terisolasi, dan penyediaan hunian sementara bagi warga.
- Fokus keempat adalah pembersihan rumah rusak ringan agar warga dapat segera menempati kembali tanpa menunggu huntara.
Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI merangkum empat permasalahan pokok yang menjadi prioritas dalam penanganan bencana di wilayah Aceh.
Temuan ini merupakan hasil koordinasi lapangan dan evaluasi yang dilakukan Satgas pada periode 1-5 Januari 2026.
Perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan penanganan di tingkat daerah berjalan efektif.
Ia menyampaikan pihaknya bergerak cepat dengan mengidentifikasi kebutuhan mendesak di setiap wilayah terdampak.
"Sesuai arahan Ketua Satgas (Sufmi Dasco Ahmad), bahwa untuk meminta langsung kepada bupati mana prioritas (permasalahan) yang harus segera ditindaklanjuti dari sekian banyak permasalahan," kata TA Khalid dalam keterangannya yang dikutip dari Youtube DPR, Sabtu (10/1/2025).
Legislator asal Dapil Aceh II tersebut memaparkan empat poin utama yang menjadi temuan Satgas.
Masalah pertama adalah normalisasi sungai. Menurut Khalid, langkah ini merupakan desakan dari kepala daerah dan warga setempat guna mencegah banjir susulan.
Sejumlah sungai saat ini dipenuhi tumpukan kayu yang menghambat aliran air, sehingga sangat berisiko saat hujan deras kembali mengguyur.
"Sungai ini dulu yang kita kejar," tegas politikus Partai Gerindra tersebut.
Baca Juga: RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Usai Terendam Banjir Lumpur 3 Meter
Permasalahan kedua adalah pembukaan akses jalan, khususnya menuju wilayah-wilayah yang masih terisolir agar bantuan dan mobilitas warga kembali pulih.
Masalah ketiga menyangkut penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Lalu menyediakan huntara (hunian sementara), kita sepakat, apalagi huntara sudah ada (rencana pembangunan) 15 ribu," katanya.
Terkait pembangunan huntara, Khalid mengungkapkan, bahwa Satgas DPR juga turut membantu menyelesaikan kendala birokrasi di lapangan, salah satunya terkait pengadaan lahan.
Ia mencontohkan kendala yang sempat terjadi di Aceh Tamiang antara pemerintah daerah dan pihak PTPN.
"Seperti Bupati Aceh Tamiang, tidak dikasih lahan oleh PTPN. Ada misskomunikasi yang terjadi, alhamdulilla selesai," ujarnya.
Berita Terkait
-
Gelar Rapat Lagi di Aceh, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Serahkan Laporan Kordinasi ke Pemerintah
-
Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Prabowo Sapa Titiek Soeharto di Depan Para Pejabat, Buat Gemuruh Tepuk Tangan Panjang
-
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Usai Terendam Banjir Lumpur 3 Meter
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!
-
Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?
-
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS
-
Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak serta Ekonomi Rakyat di Manado
-
Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh
-
Cuaca Ekstrem Terjang Jaktim Kemarin, Belasan Pohon Tumbang Timpa Ruko dan Kendaraan Warga
-
Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu
-
Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'