- Mendagri Tito Karnavian meminta 5.000 personel Polri dan 10.000 personel TNI untuk pemulihan pascabencana Sumatra.
- Permintaan dukungan personel ini mendesak untuk membersihkan sisa lumpur sebelum Ramadan 2026.
- Personel yang ada sebelumnya dinilai minim untuk menjangkau seluruh area terdampak banjir bandang dan longsor.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengajukan permintaan penambahan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) secara besar-besaran untuk membantu proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
Tito meminta dukungan 5.000 personel Polri dan 10.000 personel TNI untuk fokus pada pembersihan sisa-sisa lumpur.
Menurutnya, langkah ini sangat mendesak dilakukan agar pembersihan area sungai, daratan, hingga ke pemukiman warga dan fasilitas publik dapat segera tuntas.
"Saya minta Pak Kapolri, saya sampaikan mohon dukungan Satgas DPR. Paling nggak 5.000 lah. Nanti daerahnya dimana kita lihat nanti, petanya," kata Tito dalam rapat koordinasi tersebut, dikutip dari streaming Youtube DPR RI, Sabtu (10/1/2026).
Selain kepada Kapolri, permintaan serupa juga disampaikan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Tito menilai jumlah personel yang ada saat ini masih sangat minim dibandingkan luasnya area yang terdampak.
"Dan kemudian saya sampaikan juga kepada Pak Maruli (Kepala Staf Angkatan Darat), kira-kira bisa nggak 10.000. Karena kalau cuma 1.000 aja tenggelam," katanya.
Tito mengungkapkan, bahwa koordinasi ini sudah sempat dibahas bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat acara retreat di Hambalang, Bogor, baru-baru ini.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan periode waktu saat ini, sebelum memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada Februari-Maret 2026.
Baca Juga: Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat
"Kemarin waktu itu, beliau (Kapolri) nambah 1.000 sebelum Nataru. Alasan Pak Kapolri, karena semua kekuatan sedang fokus di Nataru, Natal Tahun Baru," ujarnya.
"Nah, sekarang Nataru sudah selesai. Mumpung sebelum Lebaran, sebelum Ramadhan. Sebelum Ramadhan, kalau Ramadhan capek nanti kerja. Jadi, harus digenjot di time window ini, di periode waktu ini," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, Tito mengakui bahwa pengerahan personel yang ada selama ini belum cukup untuk menjangkau seluruh titik bencana.
Sebagai gambaran, 1.200 Praja IPDN yang dikirim sebelumnya hanya mampu meng-cover area terbatas di satu wilayah.
"(Mereka) hanya bisa fokus di tempat-tempat dinas-dinas di Tamiang saja. Kita belum lihat di Aceh Timur masalah, Gayo Luwes ada masalah, nanti kita akan lihat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dasco Persilakan Tito Lanjut Pimpin Pemulihan Aceh: DPR Fokus Anggaran dan Mengawasi
-
Dasco Pimpin Rapat di Aceh: Minta Pendataan Rumah Rusak Dikebut Sepekan
-
Bukan Hanya Soal Huntara, Ternyata Ini 4 Masalah Mendesak di Aceh Menurut Satgas Galapana DPR
-
Gelar Rapat Lagi di Aceh, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Serahkan Laporan Kordinasi ke Pemerintah
-
Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
Terkini
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung