News / Nasional
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:05 WIB
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. (Suara.com/Dea)
Baca 10 detik
  • KPK resmi meniadakan penampilan tersangka berompi oranye dalam konferensi pers setelah penetapan status hukum.
  • Keputusan ini diambil sebagai adaptasi terhadap UU KUHAP baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026.
  • Kebijakan baru ini bertujuan menguatkan perlindungan HAM dan asas praduga tak bersalah bagi tersangka.

Selama bertahun-tahun, rompi oranye KPK telah menjadi simbol yang sangat kuat. Bagi publik, rompi itu adalah lambang ketegasan hukum dan efek jera.

Namun di sisi lain, bagi para pegiat HAM, praktik "memamerkan" tersangka dianggap sebagai bentuk trial by the press atau peradilan oleh pers yang mencederai hak-hak dasar seorang tersangka.

Kebijakan baru ini menandai pergeseran paradigma penegakan hukum di KPK, dari yang semula menonjolkan efek gentar melalui publikasi, menjadi lebih fokus pada penghormatan proses hukum dan HAM.

Load More