- BPBD DIY akan bekerja sama dengan BPPTKG melakukan uji geolistrik di lokasi tanah ambles Gunungkidul pada Januari 2026.
- Tanah ambles di Girikarto, Panggang terjadi Rabu (7/1/2026) setelah hujan, berdampak pada satu keluarga yang mengungsi sementara.
- Uji geolistrik ini bertujuan memetakan rongga bawah tanah sebagai dasar penentuan langkah evakuasi atau relokasi jika membahayakan.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera melakukan langkah mitigasi lanjutan terkait fenomena tanah ambles (sinkhole) yang terjadi di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.
BPBD DIY akan menggandeng Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta untuk melakukan uji geolistrik di lokasi tersebut dalam waktu dekat.
Langkah ini diambil guna memetakan kondisi rongga bawah tanah secara akurat demi keselamatan warga yang berada di sekitar
Adapun tanah ambles itu dilaporkan terjadi pada Rabu (7/1/2026) kemarin.
Satu keluarga terdampak dan bahkan terpaksa harus mengosongkan rumah karena kondisi yang tak memungkinkan untuk ditempati sementara waktu.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta menuturkan bahwa uji geolistrik krusial dilakukan mengingat karakteristik geologis Gunungkidul yang cukup unik. Wilayah ini dikenal memiliki banyak aliran sungai bawah tanah dan rongga gua kapur (karst).
"Kami akan tindak lanjuti dengan uji geolistrik, karena dengan uji geolistrik, kita bisa memastikan rongganya itu kedalaman berapa, kemudian lebarnya berapa," kata Ruruh saat dihubungi, Minggu (11/1/2026).
Disampaikan Ruruu, insiden tanah ambles di Girikarto itu dilaporkan terjadi usai intensitas hujan yang mulai meningkat beberapa waktu lalu.
Mendapat laporan itu, BPBD DIY bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops telah melakukan asesmen awal sehari setelah kejadian. Namun, asesmen visual saja dinilai belum cukup untuk menyimpulkan tingkat keamanan jangka panjang.
Baca Juga: Polisi Kejar Otak Love Scamming dari Cina, Jaringan Lampung Ikut Dibidik
Menurut Ruruh, hasil uji geolistrik nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.
Jika hasil pemindaian menunjukkan rongga yang terlalu lebar dan dalam apalagi berpotensi meluas ke area permukiman, maka langkah evakuasi atau relokasi mungkin diperlukan.
"Kalau dari hasil uji geolistrik itu memang membahayakan bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di situ, ya kita akan lakukan antisipasi bersama-sama dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul," ujarnya.
Apalagi dia menyebut kejadian tanah ambles di Gunungkidul bukan sekali dua kali ini saja. Maka dari itu pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan.
"Ya, kalau di situ kan memang sebenarnya sudah sering terjadi ya apa semacam amblesan gitu," imbuhnya.
Pelibatan BPPTKG dalam hal ini pun bukan tanpa alasan. Ruruh menilai BPPTKG memiliki peralatan canggih dan keahlian mumpuni untuk melakukan pemetaan itu.
Berita Terkait
-
Literasi di Atas Roda: Kisah Sutopo dan Becak Listrik Pustakanya
-
Ze Valente Tembus 100 Laga BRI Super League Siap Bawa PSIM Yogyakarta Bertahan di Papan Atas
-
Polisi Kejar Otak Love Scamming dari Cina, Jaringan Lampung Ikut Dibidik
-
Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan
-
Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Usai Bermalam di IKN, Prabowo Tinjau Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY, Satu Warga Kulon Progo Tewas Tersambar Petir
-
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
-
Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air