- Wapres Gibran mendarat di Biak Numfor pada Selasa (13/1/2026) mengenakan tas noken Papua sebagai penghormatan budaya.
- Kunjungan kerja ini bertujuan mengakselerasi pembangunan Papua secara merata, dimulai dengan peninjauan sektor pendidikan dan perikanan.
- Rombongan pendamping Gibran mencakup KSAD dan pejabat tinggi lain menegaskan keseriusan pemerintah pusat di Tanah Papua.
Suara.com - Ada yang berbeda dan langsung mencuri perhatian dari penampilan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat pesawat kepresidenan mendarat di Bandara Kaisepo, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Selasa (13/1/2026).
Bukan setelan formal biasa, Gibran tampil dengan sentuhan budaya khas Papua yang kental, sebuah tas noken tradisional melingkar di lehernya.
Tas noken yang dikenakan Gibran adalah sebuah pernyataan simbolis yang kuat, sebuah pesan penghormatan terhadap budaya dan masyarakat setempat yang menjadi gerbang awal kunjungan kerjanya di Tanah Papua.
Bagi masyarakat Papua, noken lebih dari sekadar tas. Ia adalah simbol kehidupan, perdamaian, dan kesuburan yang dibuat dengan tangan oleh para "Mama-Mama Papua" dari serat kayu atau daun.
Keistimewaannya bahkan diakui dunia, di mana UNESCO telah menetapkannya sebagai salah satu warisan budaya takbenda yang membutuhkan perlindungan mendesak sejak 2012. Dengan memakainya, Gibran seolah membawa serta harapan dan kearifan lokal dalam setiap langkahnya di Bumi Cenderawasih.
Melansir kantor berita Antara, suasana penyambutan pun berlangsung meriah. Begitu menuruni tangga pesawat, Gibran yang tampil dengan nokennya langsung disambut hangat oleh Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri beserta jajaran pejabat daerah.
Alunan musik tifa yang ritmis mengiringi para penari yang menampilkan tarian tradisional, memberikan sambutan selamat datang yang otentik sebelum Wapres memasuki kendaraan untuk memulai agenda kerjanya.
Kunjungan kerja ini sendiri memiliki agenda yang padat dan strategis. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lawatan Gibran ke sejumlah wilayah di Papua merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.
Hal ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan di Tanah Papua secara menyeluruh.
Baca Juga: Gaya Gibran Saat Kunker ke Papua: Kalungkan Noken dan Disambut Tari Tifa di Biak
Mengawali rangkaian kunjungannya, Kabupaten Biak Numfor menjadi titik pertama. Di sini, Gibran dijadwalkan untuk meninjau secara langsung implementasi program prioritas di sektor vital seperti pendidikan dan perikanan. Tak hanya itu, ia juga akan menyapa dan berdialog dengan masyarakat setempat untuk mendengar aspirasi mereka.
Dari Biak, perjalanan kerja akan dilanjutkan ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang masuk dalam wilayah Provinsi Papua Pegunungan. Di dataran tinggi ini, fokus agenda Gibran akan bergeser.
Ia dijadwalkan berinteraksi dengan generasi muda Papua, meninjau denyut aktivitas ekonomi masyarakat, serta menggelar silaturahmi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara dalam rombongan ini menegaskan keseriusan pemerintah. Turut mendampingi Wapres Gibran antara lain Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, dan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai.
Melalui kunjungan kerja ini, Wapres menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir di Tanah Papua, memastikan pembangunan berjalan inklusif, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keamanan.
Berita Terkait
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral
-
Momen Gibran Kasih Perintah Gubernur Kalsel di Depan Warga: Tolong Aspirasi Mahasiswa Diselesaikan
-
Pandji Singgung Wajah Ngantuk Gibran, Tompi Jelaskan Soal Ptosis: Bukan Bahan Lelucon!
-
Dianggap Hina Wapres Gibran, Pandji Pragiwaksono Aman dari Jerat Hukum? Ini Kata Mahfud MD
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu