- Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau banjir di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Kamis (8/1/2029).
- Gibran menginstruksikan Gubernur Kalsel Muhidin segera selesaikan aspirasi warga terdampak banjir.
- Wapres meminta investigasi tata ruang wilayah Kalsel karena kecurigaan akar masalah banjir tahunan.
Suara.com - Sebuah momen tak biasa terjadi di tengah kepungan air bah di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, yang meninjau langsung lokasi banjir, memberikan instruksi tegas dan terbuka kepada Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhidin.
Di hadapan warga dan mahasiswa yang mengeluh, Gibran meminta sang gubernur untuk tidak menunda penyelesaian masalah.
Momen tersebut menjadi puncak dari kunjungan kerja Gibran pada Kamis (8/1/2029), di mana ia melihat langsung rumah-rumah warga yang telah terendam banjir selama lebih dari sepekan.
Setelah mendengar rentetan keluhan dan aspirasi langsung dari masyarakat, Gibran menoleh ke arah Gubernur Muhidin dan memberikan perintah yang jelas.
“Pak gubernur tolong ini aspirasi mahasiswa dan warga bisa diselesaikan ya,” kata Gibran kepada Gubernur Kalsel setelah meninjau rumah warga yang terdampak banjir di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, sebagaimana dilansir Antara, Kamis.
Gibran tampak menyoroti serius masalah banjir tahunan yang seolah menjadi langganan bagi provinsi tersebut setiap kali musim penghujan tiba.
Ia menekankan bahwa penanganan bencana yang terus berulang ini tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa dan membutuhkan komitmen serius dari seluruh jajaran pemerintah daerah.
Lebih jauh, Wapres Gibran tidak hanya meminta penyelesaian di hilir, tetapi juga mendorong investigasi ke akar masalahnya. Ia mencurigai adanya persoalan fundamental terkait tata ruang wilayah yang mungkin menjadi pemicu utama bencana ekologis ini, di luar faktor curah hujan yang tinggi.
“Pak gubernur dan wakil gubernur tolong koordinasi intens dengan bupati, apakah memang ada kesalahan tata ruang di daerah banjir ini,” katanya.
Baca Juga: Tompi, Iko Uwais hingga Melaney Ricardo Kumpul di Istana Gibran, Cuma Bahas Bencana Sumatra?
Gibran berjanji akan turut mengawal dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menelaah kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat.
Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah ada pembangunan yang melanggar aturan dan berkontribusi pada semakin parahnya dampak banjir dari tahun ke tahun.
Menanggapi instruksi langsung dari wakil presiden, Gubernur Kalsel Muhidin menyatakan kesiapannya. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti seluruh perhatian dan atensi yang diberikan oleh Wapres Gibran selama kunjungannya di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran secara aktif menyerap keluhan warga yang aktivitasnya lumpuh total akibat bencana. Mereka tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga tidak bisa bekerja dan beraktivitas normal.
Gibran menegaskan bahwa kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus selalu berpihak kepada rakyat yang menjadi korban langsung dari bencana berulang seperti banjir di Kalimantan Selatan.
Berita Terkait
-
Pandji Singgung Wajah Ngantuk Gibran, Tompi Jelaskan Soal Ptosis: Bukan Bahan Lelucon!
-
Dianggap Hina Wapres Gibran, Pandji Pragiwaksono Aman dari Jerat Hukum? Ini Kata Mahfud MD
-
Jadi Tersangka, Dokter Richard Lee Malah Sibuk Kritik Pandji Pragiwaksono: Pret Lah!
-
Jejak Fufufafa Viral Lagi Usai Pandji Disebut Hina Fisik Gibran, Netizen ke Tompi: Ini Kelewatan Dok
-
Tompi, Iko Uwais hingga Melaney Ricardo Kumpul di Istana Gibran, Cuma Bahas Bencana Sumatra?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja
-
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Membaca Amarah Publik pada Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP: Selesai Kontrak, Selesai Loyalitas?
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra