- Kedutaan Besar Iran di Jakarta meluruskan unjuk rasa sejak Desember 2025 dipicu masalah ekonomi dan anjloknya nilai mata uang.
- Pemerintah Iran mencatat 1.850 korban tewas akibat kerusuhan yang beralih menjadi tuntutan politik meluas.
- Iran menuding intervensi asing serta menegaskan komitmen pada hak sipil dan dialog solusi ekonomi.
Menurut dokumentasi resmi, sejumlah kecil elemen yang disebut terafiliasi dengan kelompok luar negeri diduga menyusup ke dalam aksi, melakukan perusakan fasilitas publik, serta menyerang aparat keamanan menggunakan alat pembakar hingga senjata api.
Intervensi Asing
Iran secara terbuka menuding adanya intervensi aktor asing, terutama Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan pejabat dari kedua negara tersebut dinilai mengandung provokasi dan hasutan yang memperkeruh situasi serta mendorong destabilisasi internal.
Pihak Kedutaan juga menegaskan, tekanan ekonomi yang dialami masyarakat Iran merupakan dampak langsung dari sanksi sepihak dan tindakan koersif yang diterapkan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.
Upaya memanfaatkan tuntutan ekonomi rakyat sebagai alat tekanan politik disebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional Iran.
Sebagai langkah solutif, pemerintah Iran mengumumkan telah menyusun sejumlah agenda praktis, termasuk penyaluran paket bantuan darurat bagi kelompok rentan serta pembukaan dialog langsung dengan perwakilan serikat pekerja untuk memulai reformasi ekonomi.
Menutup pernyataan tersebut, Kedutaan Besar Iran mengapresiasi perhatian publik Indonesia dan mengimbau media untuk menyajikan pemberitaan yang komprehensif, berimbang, dan berbasis fakta.
Media diharapkan menghindari narasi selektif yang berpotensi memperkeruh persepsi publik, mengingat hubungan persahabatan antara Iran dan Indonesia yang dibangun atas dasar saling menghormati.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa dialog dan kerja sama tetap menjadi jalan utama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas, baik di tingkat regional maupun internasional.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme