- Sekolah Rakyat diklaim sebagai sekolah pertama dunia yang mengukur kognisi dan bakat siswa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
- Penggagas DNA Talent, Ary Ginanjar, menjelaskan tes mengukur Dorongan, Hubungan Sosial, dan Gaya Bertindak siswa secara multidimensi.
- Kementerian Sosial memanfaatkan Tes DNA Talent berbasis AI untuk memetakan potensi siswa guna menghindari kesalahan penjurusan pendidikan.
Suara.com - Sekolah Rakyat diklaim menjadi sekolah pertama di dunia yang mengukur kemampuan kognisi dan bakat siswa secara menyeluruh menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Klaim tersebut disampaikan pendiri ESQ sekaligus penggagas metode DNA Talent, Ary Ginanjar Agustian, yang terlibat dalam pemetaan potensi peserta didik Sekolah Rakyat.
Menurut Ary, pendekatan ini membedakan Sekolah Rakyat dari sistem pendidikan konvensional yang selama ini bertumpu pada tes akademik.
“(Sekolah Rakyat) Ini adalah sekolah pertama dan satu-satunya di Indonesia dan dunia yang kemampuan siswanya diukur kognisi dan bakat lainnya," kata Ary Ginanjar.
Ary menjelaskan, tes DNA Talent menggunakan model struktur tiga dimensi, yakni Drive (dorongan motivasi), Network (pola hubungan sosial), dan Action (gaya bertindak). Model tersebut diklaim telah terkonfirmasi stabil secara statistik dan sesuai dengan standar psikometri internasional.
Menurutnya, pendekatan personal berbasis bakat ini penting untuk mencegah kesalahan penjurusan yang selama ini kerap terjadi di sekolah umum. Ia menyebut, sekitar 92 persen siswa bingung memilih jurusan dan 70 persen di antaranya salah memilih.
"Ini semua anak-anak jenius sesuai kecerdasan masing-masing. Ini bisa menjadi percontohan di Indonesia dan dunia,” katanya.
Sekolah Rakyat diketahui menerapkan tes akademik, baik dalam proses seleksi maupun pembelajaran. Sebagai gantinya, Kementerian Sosial selaku pelaksana program menggunakan Tes DNA Talent berbasis AI untuk memetakan potensi siswa sejak awal.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut menjadi solusi strategis agar setiap siswa mendapatkan pendekatan pendidikan yang sesuai dengan karakter dan kemampuannya.
Baca Juga: Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua
“Karena tidak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, maka kami melakukan Tes DNA Talent berbasis teknologi artificial intelligence (AI) untuk memetakan potensi siswa,” ujar Gus Ipul.
Kemudian, Gus Ipul menambahkan bahwa Tes DNA Talent memungkinkan pemetaan potensi siswa dilakukan secara objektif, terukur, dan komprehensif, sehingga setiap peserta didik dapat memperoleh pendampingan dalam mengembangkan potensi masing-masing.
Berdasarkan hasil pemetaan, Gus Ipul menyebutkan potensi siswa Sekolah Rakyat sangat beragam. Sebagian siswa menunjukkan kekuatan di bidang sains dan teknologi, sementara lainnya unggul dalam bidang sosial maupun bahasa.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi. Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia kini tenah menampung sebanyak 15.945 siswa, dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?