- Majelis Hakim memutuskan Laras bebas bersyarat dalam sidang pada Kamis, 15 Januari 2026, meski vonisnya menyatakan bersalah.
- Pendukung Laras menyuarakan kekecewaan atas putusan tersebut, menilai keadilan hanya setengah jalan karena status bersalah tetap disematkan.
- Kasus Laras ini dipandang sebagai pertanda buruk bagi iklim demokrasi terkait kriminalisasi terhadap ekspresi dan kebebasan berpendapat.
Suara.com - Drama panjang kasus hukum yang menjerat Laras Faizati mencapai puncaknya di meja hijau hari ini, Kamis (15/1/2026). Meski Majelis Hakim yang diketuai I Ketut Darpawan memutuskan Laras bebas bersyarat, namun vonis "bersalah" yang dijatuhkan tetap memicu gelombang kekecewaan.
Bagi pihak pendamping dan kerabat, putusan ini bukanlah kemenangan mutlak. Mereka menilai hasil persidangan tersebut sebagai bentuk "keadilan setengah jalan" yang masih menyisakan preseden buruk.
Suasana di depan ruang persidangan tampak riuh oleh para pendukung yang setia mengawal kasus ini. Bagi mereka, status "bersalah" yang disematkan kepada Laras adalah sebuah ketidakadilan nyata.
Sejak awal, mereka meyakini bahwa tindakan Laras tidak didasari oleh niat jahat seperti yang dituduhkan selama ini.
"Kami merasa keputusan bebas bersyarat ini sebagai bentuk keadilan yang setengah jalan. Laras sudah divonis bersalah, tapi sejak awal kami meyakini tidak ada niat nyata untuk melakukan seperti yang dituduhkan," ungkap Irena, perwakilan pendukung Laras, usai persidangan.
Meski vonis tersebut membuat Laras tidak harus langsung mendekam di balik jeruji besi, pihak pendukung menegaskan bahwa poin utamanya bukan sekadar hukuman fisik. Yang mereka perjuangkan adalah pembersihan nama baik dan pengakuan status hukum bahwa Laras tidak melakukan tindak pidana.
"Ya balik lagi tadi sih, saya merasa keadilan itu masih setengah jalan. Terus, ini menurutku, Laras murni ekspresi kritik yang ditarik terlalu jauh ke ranah pidana," tambah Irena dengan nada kecewa.
Lebih jauh, kasus ini dianggap menjadi sinyal bahaya bagi iklim demokrasi di Indonesia. Kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat disebut-sebut kian nyata melalui kasus yang menimpa Laras.
"Kasus yang dialami Laras ini juga kan jadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi masih rawan dikriminalisasi," pungkasnya menutup pembicaraan.
Baca Juga: Tok! Laras Faizati Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Penghasutan, Tapi Hakim Perintahkan Langsung Bebas
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Divonis Bersalah, Ini Fakta Rangkaian Sidang Laras Faizati
-
Tangis dan Amarah Bercampur, Pendukung Protes Keras Vonis Pidana Laras Faizati
-
Bebas dari Tahanan dan Divonis Pengawasan, Laras Faizati: Keadilan Belum Sepenuhnya Ditegakkan!
-
4 Alasan Hakim Vonis Laras Faizati 6 Bulan Tapi Langsung Bebas
-
Tok! Laras Faizati Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Penghasutan, Tapi Hakim Perintahkan Langsung Bebas
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mengenal Apa Itu Museum Date, Kencan Elegan ala Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi
-
Spanyol Sudah di Final, Siapa Kini Favorit Juara Piala Dunia 2026?
-
5 Cara Memilih Bedak yang Tepat untuk Kulit Kombinasi, Makeup Tetap Segar dan Bebas Cakey
-
Lawan Isu 'Dalang Kerusuhan' Demo Agustus, PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik ke PN Jaksel
-
Mengubah Hidup Keluarga, Misi Mulia Mantri BRI di Pelosok Sumatera Utara
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan, RANS Masih Diburu
-
Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari
-
Mensos Gus Ipul: Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga
-
Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen