- Direktur Yayasan Keadilan mengingatkan pemerintah Prabowo akan konflik senjata serius di Papua bagian Timur.
- Wapres Gibran membatalkan kunjungan ke Yahukimo pada 14 Januari 2026 karena adanya penembakan TPNPB.
- Kegagalan intelijen menyebabkan penjadwalan kunjungan ke Yahukimo yang rawan konflik bersenjata dan ancaman korban.
Sebelumnya beredar di media sosial memelihatkan sejumlah anggota Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) melakukan penembakan ke arah pesawat dari dalam hutan.
"Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) mencoba menembak jatuh pesawat yang membawa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di atas #Yahukimo," tulis akun @war_noir.
"Para pejuang Papua Barat, yang menyerang pesawat tersebut, dipersenjatai dengan karabin AR-15 #NATO kaliber 5,56 mm dan senapan bolt-action buatan Craft," lanjut keterangan tersebut.
Akun tersebut diketahui mengkhususkan kontennya untuk mengulas peperangan yang terjadi secara global, serta jenis-jenis persenjataan.
Terpisah, Sekretariat Wakil Presiden, melalui keterangannya menegaskan keputusan krusial diambil berdasarkan saran Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim yang juga bertindak sebagai Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP.
Dalam keterangan pers kepada awak media di Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Biak, Papua, Amrin Ibrahim menegaskan keputusan membatalkan kunjungan Gibran ke Yahukimo diambil setelah mempertimbangkan secara matang laporan intelijen terbaru hingga Rabu pagi.
"Berdasarkan pertimbangan keamanan sampai dengan pagi ini, menyarankan kepada bapak wakil presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” kata Amrin Ibrahim.
Berita Terkait
-
Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal
-
Cuaca Buruk Sebabkan Perahu Terbalik di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Dievakuasi
-
Tolak Pembukaan Lahan Sawit di Papua, Paul Finsen: Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil, Setop Barang Itu
-
Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah