-
Kontradiksi Data Korban Polisi membantah adanya korban jiwa dalam insiden asap PT Antam Pongkor, namun laporan warga dan temuan lapangan menunjukkan adanya indikasi kematian penambang ilegal di berbagai wilayah.
-
Dugaan Rembesan Asap Muncul dugaan asap operasional masuk ke jalur tambang tikus, menyebabkan fatalitas bagi para penambang tanpa pengamanan, meski otoritas berwenang menyebut video evakuasi yang beredar sebagai informasi keliru.
-
Langkah Investigasi Lanjutan Bupati Bogor Rudy Susmanto bersikap terbuka terhadap informasi baru dan berkomitmen melakukan penelusuran kembali guna memverifikasi kebenaran fakta di lapangan demi memberikan kepastian bagi masyarakat luas.
Suara.com - Misteri mengenai insiden asap tebal di area PT Antam Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, belum sepenuhnya terpecahkan.
Meski pihak kepolisian telah mengeluarkan bantahan resmi mengenai adanya korban jiwa, kabar duka justru terus bermunculan dari akar rumput.
Isu ini berkembang menjadi bola liar yang membingungkan masyarakat. Apakah benar tidak ada korban, atau ada fakta yang belum terungkap di kedalaman lubang tambang.
Kabar soal adanya sejumlah penambang emas ilegal (gurandil) yang meninggal dunia pasca-adanya asap di area PT Antam Pongkor terus bermunculan di media sosial dan grup WhatsApp warga.
Data lapangan yang dihimpun oleh Suara.com bahkan menunjukkan adanya indikasi korban jiwa yang tersebar di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Nanggung dan Sukajaya Bogor, hingga Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak, Banten.
Situasi ini menciptakan paradoks informasi. Di satu sisi, pihak kepolisian bersikukuh bahwa video yang beredar mengenai mayat penambang adalah tidak benar.
Polisi menyebutkan tidak adanya korban meninggal dunia, dan video beredar para penambang emas ilegal di Pongkor meninggal akibat asap di PT Antam merembet ke lubang-lubang tikus Gurandil adalah informasi yang keliru.
Namun, di sisi lain, kesaksian warga dan penelusuran media mengarah pada dugaan bahwa asap dari operasional resmi mungkin merembes ke jalur tikus tambang ilegal yang saling terhubung di bawah tanah, menyebabkan fatalitas bagi mereka yang tidak memiliki peralatan keselamatan memadai.
Menanggapi adanya perbedaan informasi yang tajam antara laporan resmi aparat dan kabar yang beredar di masyarakat, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengambil langkah bijak.
Baca Juga: Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
Tidak serta merta menutup mata, Rudy memilih sikap hati-hati namun tetap terbuka terhadap kemungkinan adanya fakta baru yang belum terlaporkan.
Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah berpegang pada data resmi saat ini, pintu investigasi belum tertutup rapat.
"Nah, tetapi apabila ada beberapa informasi yang lain, maka kami akan melakukan penelusuran kembali. Kami akan menyampaikan berdasarkan apa yang kami tahu, berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan," ujar Rudy Susmanto kepada awak media, Rabu 14 Januari 2025 kemarin.
Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga atau kerabat yang mungkin merasa suaranya belum didengar. Bupati menyadari bahwa validasi data di medan yang sulit seperti Nanggung membutuhkan ketelitian ekstra.
Rudy Susmanto meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan waktu bagi timnya bekerja memverifikasi segala informasi yang simpang siur ini. Tujuannya satu demi ketenangan masyarakat dan memastikan tidak ada data yang ditutup-tutupi.
"Dan walaupun ada beberapa tadi yang disampaikan (Korban meninggal gurandil), izinkan kami beberapa saat ke depan untuk memastikan kebenarannya," tambahnya.
Polisi Bantah Ada Korban Jiwa Vs Informasi Dilapangan
Jagat maya kembali dibuat gempar oleh beredarnya rangkaian video mencekam yang dinarasikan sebagai tragedi kemanusiaan di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor.
Video-video tersebut menampilkan adegan dramatis evakuasi korban yang diduga keracunan asap dari lubang tambang PT Antam hingga ada yang tak sadarkan diri.
Tak berhenti di situ, Suara.com bahkan menerima rekaman visual lain yang lebih mengerikan jenazah yang sudah dikafani, diklaim sebagai korban jiwa akibat insiden tersebut.
Narasi liar berkembang menyebutkan bahwa asap beracun dari operasional resmi merembes ke lubang-lubang tikus milik penambang emas tanpa izin (gurandil), menewaskan warga dari berbagai daerah.
Namun, di tengah gelombang kepanikan warga Bogor, pihak kepolisian setempat mengeluarkan bantahan tegas. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini tragedi yang ditutup-tutupi atau murni disinformasi?
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran ini. Ia membedah satu per satu video yang beredar.
Menurutnya, dari sekian banyak video, hanya satu yang otentik, yakni video yang memperlihatkan kepulan asap pekat di dalam terowongan. Namun, konteksnya bukan bencana.
"Video yang beredar itu, itu sebenarnya memang di Antam tapi bukan kejadian kemarin memang sop nya dia kalau ada asap seperti itu," jelas AKP Ucup, Kamis (15/1/2026).
Asap tersebut diklaim sebagai bagian dari prosedur teknis, bukan ledakan tak terkendali.
Terkait video evakuasi korban yang digotong warga hingga korban tak sadarkan diri, Kapolsek menepis keras bahwa lokasi kejadian tersebut berada di area Antam maupun di galian ilegal (gurandil) sekitarnya.
"Bukan, bukan evaluasi itu mah bukan lah itu viral gak bener, yang bener mah itu press rilis pak Kapolres tadi malam. Jadi yang ramai itu bukan seperti itu, biasa," jelas dia.
Polisi juga membantah adanya korban yang dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat sesak napas karena asap tersebut. Pengecekan ke rumah sakit dan klinik terdekat menurut versi kepolisian menunjukkan hasil nihil.
"Ga ada, tidak ada korban di wilayah level Antam," tegas AKP Ucup menutup spekulasi.
Misteri Korban dari Cipanas dan Malasari
Bantahan polisi ini bertolak belakang dengan informasi yang beredar di akar rumput. Berdasarkan penelusuran lapangan, muncul dugaan kuat adanya korban jiwa dari kalangan penambang ilegal yang berasal dari luar Bogor.
Sumber Suara.com menyebutkan ada dua warga Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, yang meninggal dunia. "Muhun aya (Betul ada) warga di Kecamatan Cipanas," ujar warga Cipanas berinisial A memberikan kesaksian.
Selain dari Banten, rumor juga menyebutkan adanya korban dari warga lokal, yakni Desa Malasari (Kecamatan Nanggung) dan Desa Urug (Kecamatan Sukajaya).
Namun, saat dikonfirmasi mengenai kebenaran warganya yang menjadi korban, Sekdes Malasari, Uchu, memilih bungkam dan tidak merespons sama sekali.
Tag
Berita Terkait
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Harga Emas Batangan Antam Terkoreksi Jelang Akhir Pekan
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas
-
ANTAM Bantah Kabar Ledakan Tambang: Hoaks!
-
PT Antam Tegas Bantah Isu 700 Penambang Terjebak Gas Beracun di Nanggung Bogor
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan
-
Tanggul Sungai Kalimalang Jebol! Ratusan Keluarga di Karawang Terendam Banjir