- Disdik DKI Jakarta menetapkan aturan ketat pembatasan gawai selama jam pelajaran melalui Surat Edaran Nomor e-0001/SE/2026.
- Kebijakan ini bertujuan mengembalikan konsentrasi belajar siswa dan meningkatkan interaksi sosial nyata di sekolah.
- Gawai wajib dinonaktifkan, dikumpulkan di sekolah, dan pengecualian hanya berlaku untuk mendukung kebutuhan pembelajaran khusus.
Suara.com - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta resmi menetapkan aturan ketat mengenai pembatasan penggunaan gawai atau handphone (HP) bagi siswa selama jam pelajaran berlangsung.
Langkah tegas tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pemanfaatan Gawai dengan Bijak di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Melalui instruksi ini, seluruh satuan pendidikan di Jakarta wajib membatasi pemanfaatan perangkat elektronik guna menjaga atmosfer belajar tetap kondusif.
Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi mengembalikan konsentrasi penuh siswa di dalam ruang kelas.
“Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen kita bersama dalam menjaga kualitas kognitif siswa-siswi, mengembalikan fokus belajar di ruang kelas, serta merajut kembali interaksi sosial yang nyata di Satuan Pendidikan DKI Jakarta,” kata Nahdiana dalam keterangannya pada Rabu (21/1/2026).
Meskipun dilarang secara umum, sekolah masih memberikan pengecualian untuk penggunaan gawai pada kondisi khusus yang menunjang kebutuhan pembelajaran.
Nahdiana juga menitikberatkan peran penting wali murid untuk membangun kesepakatan dengan anak-anak mereka terkait aturan main penggunaan teknologi ini.
Keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan untuk memastikan kontrol penggunaan gadget tetap berjalan disiplin saat anak sudah berada di rumah.
“Mengingat anak berada di lingkungan satuan pendidikan hanya untuk beberapa jam dalam sehari,” ucap Nahdiana.
Baca Juga: Pramono Anung Siap Berlakukan PJJ bagi Siswa jika Jakarta Banjir di Hari Sekolah
Disdik DKI menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk meredam distraksi digital yang berisiko mengganggu stabilitas psikologis dan perkembangan para murid.
Terkait mekanisme teknis, seluruh gawai seperti telepon pintar, jam tangan pintar, hingga tablet harus dalam keadaan nonaktif atau mode hening saat memasuki lingkungan sekolah.
Seluruh perangkat tersebut nantinya wajib dikumpulkan pada tempat penyimpanan khusus yang telah disiapkan oleh masing-masing pihak sekolah.
Untuk urusan komunikasi darurat, para orang tua tidak perlu cemas karena sekolah akan menyediakan narahubung resmi mulai dari wali kelas hingga guru BK.
Pihak sekolah juga akan menyediakan sarana pembelajaran digital alternatif sehingga para siswa tetap bisa mengakses teknologi tanpa perlu menggunakan gawai pribadi yang berpotensi memecah fokus.
Pada akhirnya, kesuksesan regulasi ini disebut tidak hanya bertumpu pada pundak guru, melainkan memerlukan dukungan masif dari elemen masyarakat dan organisasi profesi pendidikan.
Berita Terkait
-
Harga Turun, Spek Masih Ganas! Galaxy S Series yang Masih Layak Dibeli 2026
-
4 Rekomendasi Tablet Windows Pengganti Laptop Pilihan Terbaik untuk Pelajar dan Mahasiswa
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan
-
Terpengaruh Film Porno! Dua Pelajar Ditangkap Usai Begal Payudara Siswi SMP di Kembangan
-
Kalahkan 24 Negara! Ini Deretan Inovasi Pelajar Indonesia yang Borong Medali Emas di Ajang Bergengsi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Terkini
-
Tiket Whoosh Cuma Rp225 Ribu Lewat Promo 'January Best Deal', Cek Jadwalnya di Sini!
-
DBH Dipangkas, Anggaran Menyusut, Target Sekolah Gratis Jakarta Ikut Menciut
-
Kasus TPPO Jual Bayi Terungkap di Medan, Kemen PPPA Sebut Modus Sudah Dilakukan Sebelum Anak Lahir
-
Nasib Sudewo di Ujung Tanduk, Gerindra Gelar Rapat Kehormatan Tentukan Status
-
Menteri PKP Ara Konsultasi ke KPK, Targetkan Meikarta Jadi Lokasi Rusun Subsidi pada 2026
-
Jakarta Menuju Kota Inklusif, Gubernur Pramono Luncurkan 32 Bus Sekolah Baru Khusus Disabilitas
-
Dasco Hormati Proses Hukum KPK soal Bupati Pati, Ungkap Pesan Menohok Prabowo
-
Percepat Durasi, Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Hukum Acara Perdata Jadi Inisiatif DPR
-
Pramono Anung Siap Berlakukan PJJ bagi Siswa jika Jakarta Banjir di Hari Sekolah
-
Miris Lihat Tunjangan Pegawai Pengadilan Rp400 Ribu, Habiburokhman: Ini Ngeri-ngeri Sedap!