News / Metropolitan
Rabu, 21 Januari 2026 | 11:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • DKI Jakarta pertimbangkan WFH dan PJJ sebagai opsi darurat saat terjadi cuaca ekstrem dan banjir melanda.
  • Gubernur mengutamakan keselamatan siswa sebagai pertimbangan utama untuk memutuskan penerapan PJJ di hari efektif.
  • Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas dan menyiagakan truk derek untuk menangani kemacetan akibat genangan banjir.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan sekolah dari rumah atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan ini menjadi opsi darurat apabila cuaca ekstrem dan banjir melanda ibu kota pada hari efektif sekolah maupun kerja.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan bahwa keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Sebelumnya, banjir yang melanda Jakarta terjadi saat momentum libur panjang, sehingga PJJ belum diperlukan.

"Kalau memang akan terulang kembali, mudah-mudahan tidak ya. Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan (PJJ), terutama untuk anak-anak didik kita," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Selain kebijakan WFH dan PJJ, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga telah menyiapkan prosedur tetap dalam menangani kemacetan akibat genangan.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan petugas di lapangan akan langsung melakukan rekayasa lalu lintas.

"Sehingga kendaraan yang akan melintas itu bisa diatur agar tidak terjebak di tengah-tengah banjir," terang Syafrin.

Dishub juga menyiagakan armada truk dan mobil derek untuk membantu pengendara roda dua yang terjebak di lokasi banjir.

Baca Juga: KAI Daop 1 Jakarta Kembalikan Dana Penumpang hingga Rp1,2 Miliar Imbas Banjir Pekalongan

Langkah evakuasi ini berkaca pada kejadian banjir di kawasan Sunter beberapa waktu lalu yang melumpuhkan mobilitas warga.

"Sehingga bisa kami lakukan mobilisasi motor dengan kendaraan truk Dishub," tambah Syafrin.

Pemerintah berharap kombinasi antara kebijakan fleksibilitas lokasi kerja dan kesigapan petugas lapangan dapat mengurai kekacauan lalu lintas saat bencana terjadi.

Load More