- DKI Jakarta pertimbangkan WFH dan PJJ sebagai opsi darurat saat terjadi cuaca ekstrem dan banjir melanda.
- Gubernur mengutamakan keselamatan siswa sebagai pertimbangan utama untuk memutuskan penerapan PJJ di hari efektif.
- Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas dan menyiagakan truk derek untuk menangani kemacetan akibat genangan banjir.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan sekolah dari rumah atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan ini menjadi opsi darurat apabila cuaca ekstrem dan banjir melanda ibu kota pada hari efektif sekolah maupun kerja.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan bahwa keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.
Sebelumnya, banjir yang melanda Jakarta terjadi saat momentum libur panjang, sehingga PJJ belum diperlukan.
"Kalau memang akan terulang kembali, mudah-mudahan tidak ya. Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan (PJJ), terutama untuk anak-anak didik kita," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Selain kebijakan WFH dan PJJ, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga telah menyiapkan prosedur tetap dalam menangani kemacetan akibat genangan.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan petugas di lapangan akan langsung melakukan rekayasa lalu lintas.
"Sehingga kendaraan yang akan melintas itu bisa diatur agar tidak terjebak di tengah-tengah banjir," terang Syafrin.
Dishub juga menyiagakan armada truk dan mobil derek untuk membantu pengendara roda dua yang terjebak di lokasi banjir.
Baca Juga: KAI Daop 1 Jakarta Kembalikan Dana Penumpang hingga Rp1,2 Miliar Imbas Banjir Pekalongan
Langkah evakuasi ini berkaca pada kejadian banjir di kawasan Sunter beberapa waktu lalu yang melumpuhkan mobilitas warga.
"Sehingga bisa kami lakukan mobilisasi motor dengan kendaraan truk Dishub," tambah Syafrin.
Pemerintah berharap kombinasi antara kebijakan fleksibilitas lokasi kerja dan kesigapan petugas lapangan dapat mengurai kekacauan lalu lintas saat bencana terjadi.
Berita Terkait
-
KAI Daop 1 Jakarta Kembalikan Dana Penumpang hingga Rp1,2 Miliar Imbas Banjir Pekalongan
-
Daftar Perjalanan Kereta Api Batal Hari Ini, Cek Cara Refund Tiket 100 Persen
-
Pramono Anung: Proyek Giant Sea Wall Jakarta Dimulai September 2026
-
Pembangunan Stasiun MRT Harmoni Dimulai, Pramono Anung: Ini TOD Strategis
-
Pramono Anung: Transjabodetabek Mau Buka Rute Baru ke Soetta dan Jababeka
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
-
Jadi Penasihat Khusus Presiden, Akankah Said Iqbal Tetap Kritis Bela Buruh?
-
Alasan Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat: Biar Aspirasi Buruh Gak Macet
-
Siasat Licik Dokter Gigi Vietnam: Pura-pura Jadi Pasien Demi Buka Praktik Ilegal di Ciputat!
-
KPK Bongkar Asal-usul Aset Kripto di Kasus Silmy Karim
-
Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar
-
Bupati Muara Enim Tak Sendirian, KPK Jaring 9 Orang Lain dalam OTT!
-
Stop Rekrut Honorer! Mendagri: Pakai APBD untuk Bangun Jalan, Bukan Gaji Tim Sukses!
-
Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman
-
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Israel dan Iran Saling Hujani Rudal