Perdana Menteri Jepang perempuan pertama, Sanae Takaichi (Instagram/takaichi_sanae)
Baca 10 detik
- Perdana Menteri Sanae Takaichi membubarkan DPR pada 23 Januari 2026 untuk menggelar pemilihan umum dini pada 8 Februari.
- Langkah ini diambil karena koalisi Takaichi kehilangan dukungan setelah mitra lamanya, Komeito, bersekutu dengan oposisi.
- Pemilu ini akan menguji legitimasi Takaichi dan fokus pada janji pemotongan pajak versus penghapusan pajak konsumsi oposisi.
Anggaran tersebut sangat krusial dan harus disahkan sebelum tenggat waktu pada bulan April.
Menanggapi tudingan tersebut, Takaichi berkilah. Ia menegaskan keinginannya agar Parlemen dapat mengesahkan rancangan undang-undang anggaran "sesegera mungkin" dan berargumen bahwa pemilihan tanggal 8 Februari sebagai hari pemungutan suara telah diperhitungkan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap agenda kenegaraan.
Pemilihan umum ini akan memperebutkan seluruh 465 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan menjadi ujian nasional pertama bagi Sanae Takaichi sejak ia mencetak sejarah sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang pada 21 Oktober lalu. (Tsabita Aulia)
Komentar
Berita Terkait
-
Obligasi Jepang Berguncang, Yield JGB Sentuh Level Tertinggi Sejak 1999
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Di Balik Janji Dai Nippon
-
Review Film Two Seasons, Two Strangers: Kisah-kisah Kemenangan Kecil yang Menyentuh
-
Hello Mellow oleh NCT Wish: Ubah Momen Suka dan Duka Jadi Kenangan Hangat
-
Siapa Wandi Wanandi? Orang Indonesia Pertama yang Jadi Investor Klub Liga Jepang
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
Terkini
-
Sekda Bekasi Endin Samsudin Diperiksa KPK, Apa Perannya di Pusaran Suap Bupati Ade Kunang?
-
Tragedi Lubang Maut Sarolangun Jambi, Kilau Emas Ilegal Dibayar Nyawa 8 Penambang
-
Warga Wamena Ngeluh Harga BBM Tembus Rp25 Ribu, Respons 'Datar' Wapres Gibran Jadi Sorotan Tajam
-
Mahfud MD Yakin Ada Korupsi di Kasus Kuota Haji: Feeling Saya Mengatakan Pasti Ada
-
Disdik DKI Jakarta 'Puasakan' Siswa dari Gadget Saat Jam Pelajaran, Begini Mekanismenya
-
Tiket Whoosh Cuma Rp225 Ribu Lewat Promo 'January Best Deal', Cek Jadwalnya di Sini!
-
DBH Dipangkas, Anggaran Menyusut, Target Sekolah Gratis Jakarta Ikut Menciut
-
Kasus TPPO Jual Bayi Terungkap di Medan, Kemen PPPA Sebut Modus Sudah Dilakukan Sebelum Anak Lahir
-
Nasib Sudewo di Ujung Tanduk, Gerindra Gelar Rapat Kehormatan Tentukan Status
-
Menteri PKP Ara Konsultasi ke KPK, Targetkan Meikarta Jadi Lokasi Rusun Subsidi pada 2026