- Indonesia mempromosikan potensi investasi dan budaya melalui Paviliun di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss.
- Paviliun Indonesia berfungsi sebagai area jejaring dan diplomasi budaya menggunakan sajian kopi khas Indonesia.
- Berbagai seminar investasi digelar sepanjang WEF (19-23 Januari 2026) untuk membangun citra positif negara.
Suara.com - Indonesia kembali unjuk gigi di panggung internasional. Kali ini, bertempat di Davos, Swiss, dalam gelaran World Economis Forum (WEF), Indonesia membawa pendekatan yang hangat melalui diplomasi kopi untuk menarik minat investor dan pemain ekonomi global yang datang ke Paviliun Indonesia.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan menjelaskan paviliun Indonesia tidak sekadar kantor perwakilan, melainkan juga jembatan budaya, tentu juga ekonomi.
"Jadi, kita mulai dari kemarin sebenarnya, kita sudah membuka Pavilion Indonesia. Kemarin masih soft opening, dan agenda yang kita laksanakan kemarin sekadar memperkenalkan tentang kopi yang kita punya, kemudian kerajinan-kerajinan yang kita bawa," kata Nurul Ichwan di Davos, Swiss, Selasa (20/1/2026).
Sementara pada Selasa (20/1), Paviliun Indonesia mulai menggelar beberapa kegiatan seminar sejak pagi hingga sore hari. Total ada ada beberapa kegiatan yang digelar oleh berbagai pihak, mulai dari perbankan hingga Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Mengusung tema "Indonesia Endless Horizon", paviliun ini memberikan ruang inklusif, tidak hanya untuk memamerkan budaya, melainkan juga menjadi area networking. Para pengunjung bisa bertanya mengenai iklim investasi di Indonesia sembari "nongkrong" dan menikmati sajian kopi khas Indonesia.
"Jadi siapapun yang ingin menanyakan tentang peluang investasi Indonesia, tentang budaya Indonesia dan yang lainnya mereka bisa melakukan networking di sini, mingle di sini," ujarnya.
Nurul Ichwan menyampaikan melalui Paviliun Indonesia di Davos, pemerintah ingin menunjukkan kepada para investor yang hadir di WEF tentang Indonesia yang memiliki potensi tidak terbatas, sebagaimama tema besar yang diusung di Paviliun.
"Kita hanya ingin membawa pengetahuan kepada para potensial investor khususnya dan juga pengunjung yang lain tentang Indonesia yang memiliki potensi yang tidak terbatas. Nah, tetapi dalam konteks promosinya, kita mengutamakan adalah image building tentang Indonesia," ujarnya.
Selain menjadi area santai unthk nongkrong dan berbagi pengetahuan soal potensi investasi di Indonesia, Paviliun juga menghadirkan segmen serius dengan menggelar seminar selama gelaran WEF yang berlangsung 19 Januari-23 Januari 2026.
Baca Juga: Dari Gajah Aceh hingga Davos, Misi Ganda Prabowo Lobi Raja Charles dan Petinggi Dunia
"Total dari keseluruhan kegiatan seminar yang kita miliki selama tiga hari ini ada sekitar 10 kegiatan seminar," ujar Nurul Ichwan.
Khusus pada 21 Januari malam, Paviliun Indonesia yang merupakan kerja sama dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), serta Danantara menggelar acara Indonesia Night.
"Di mana kita ingin menunjukkan kepada potensial investor khususnya, inilah wajah Indonesia bahwa Indonesia itu negara yang kaya dengan budaya, negara yang maju, ekonominya juga tumbuh, jadi tidak dipandang sebagai negara yang tidak punya potensi menjadi bagian dari target untuk investasi," kata Nurul Ichwan.
Berita Terkait
-
Pertemuan Kilat Prabowo - Dasco di Halim! Terungkap Misi Besar Presiden Temui Raja Inggris
-
175 Izin Usaha Terbit Otomatis Lewat Mekanisme Fiktif Positif, Pangkas Birokrasi!
-
Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun
-
Rosan Tunjuk Purbaya Usai Sebut Kerjaan Kementerian Investasi Berantakan
-
Toyota-Pertamina Siap Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung, Mulai Jalan 2026
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
Terkini
-
DPR Godok RUU Jabatan Hakim: Usia Pensiun Ditambah, Rekrutmen Hakim Kini Mandiri oleh MA
-
Pemerintah Siapkan RUU Disinformasi dan Propaganda Asing, Menko Yusril: Bukan untuk Anti-Demokrasi
-
DPR Gelar Fit and Proper Test 18 Calon Anggota Ombudsman RI 26 Januari, Cari 9 Nama Terbaik
-
Meski Kepala Daerah Ditahan, Kemendagri Tegaskan Pemerintahan Pati dan Madiun Tetap Berjalan
-
KPK Tegaskan Tak Ada Uang Mengalir ke Partai Gerindra dari Dugaan Pemerasan Bupati Sudewo
-
Eks Ketua Komnas HAM Hafid Abas Tekankan Praduga Tak Bersalah untuk Rektor UNM Prof Karta Jayadi
-
Tangkal Paparan Konten Radikal, Komisi E DPRD DKI Setuju Aturan Sita HP Selama Jam Belajar
-
Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Vendor Laptop dalam Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
-
Penampakan Uang Rp2,6 Miliar dalam Karung dari OTT KPK Bupati Pati Sudewo
-
Gusti Purbaya Temui Dasco di DPR, Konflik Keraton Solo Sempat Disinggung