- Hakim Konstitusi Anwar Usman tercatat absensi tertinggi sepanjang 2025 menurut laporan MKMK di Jakarta.
- Anwar Usman mengakui absen karena masalah kesehatan dan tidak pernah memanfaatkan fasilitas general check-up tahunan.
- Absensi tinggi terjadi setelah ia jatuh dan hilang kesadaran, memerlukan pemulihan hingga dua tahun.
Suara.com - Nama Hakim Konstitusi Anwar Usman kembali menjadi sorotan setelah laporan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menempatkannya sebagai hakim dengan tingkat absensi tertinggi sepanjang tahun 2025.
Menanggapi hal tersebut, Anwar Usman akhirnya buka suara dan mengungkap sebuah pengakuan mengejutkan terkait kebiasaannya dalam menjaga kesehatan sebagai seorang aparatur negara.
Anwar Usman blak-blakan mengakui bahwa salah satu penyebab kondisi kesehatannya menurun adalah karena ia tidak pernah memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan atau general check-up yang menjadi haknya sebagai pejabat negara.
Pengakuan ini disampaikannya sebagai bagian dari penjelasan mengapa ia kerap absen dari ruang sidang.
“Terus terang, saya itu orang, katakanlah aparatur negara, yang sama sekali tidak pernah menggunakan fasilitas untuk general check-up. Nah, itulah, memang kesalahan saya mulai dari [jadi hakim di] Mahkamah Agung, walaupun jatah setiap tahun itu pasti ada,” ucapnya di Gedung MK, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Adik ipar Presiden Joko Widodo ini menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya memang menurun drastis sejak awal tahun 2025. Ia menceritakan sebuah insiden di mana ia terjatuh hingga hilang kesadaran, meski tidak merinci jenis penyakit yang dideritanya.
“Saya itu awal tahun 2005, ya, itu sakit betul-betul saya baru pernah merasakan sakit, itu boleh dibilang saya jatuh. Bukan pingsan lagi, sudah sudah lupa sama sekali. Saya pikir sudah hilang sudah saya,” kata dia sebagaimana dilansir Antara.
Akibat insiden tersebut, dokter menyarankannya untuk beristirahat total dan menjalani proses pemulihan yang bisa memakan waktu satu hingga dua tahun. Hingga kini, ia mengaku masih harus rutin mengonsumsi obat-obatan untuk menjaga kondisinya.
“Itu terus terang, jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari tiga kali sehari, bahkan ada yang empat kali untuk minum obat,” ucapnya sembari menunjukkan sejumlah obat yang harus ia konsumsi.
Baca Juga: Dicap 'Raja Bolos' Sidang MK, Anwar Usman Akhirnya Buka Suara: Saya Sakit
Pengakuan Anwar Usman ini menjadi konteks penting di balik data yang dirilis oleh MKMK. Dalam laporan pelaksanaan tugas tahun 2025, MKMK membeberkan rekapitulasi kehadiran para hakim konstitusi. Hasilnya, Anwar Usman tercatat paling kerap bolos.
Mantan Ketua MK itu tercatat tidak hadir sebanyak 81 kali dalam sidang pleno dan 32 kali dalam sidang panel. Tak hanya itu, ia juga absen sebanyak 32 kali dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH), forum krusial tempat para hakim berdiskusi. Persentase kehadirannya di RPH hanya mencapai 71 persen.
Saat dikonfirmasi mengenai data tersebut, Anwar mengaku tidak terima jika rekapitulasi itu dipublikasikan tanpa menyertakan alasan di balik ketidakhadirannya. Menurutnya, tidak ada hakim yang absen tanpa keterangan yang jelas.
Di sisi lain, Anggota MKMK Yuliandri menegaskan bahwa publikasi data kehadiran tersebut merupakan bentuk akuntabilitas dan fakta yang harus diungkapkan.
Ia menyadari bahwa setiap keputusan, terutama yang bersifat menghukum, pasti akan menimbulkan ketidaksenangan.
“Kami sadar betul kalau setiap kali membuat putusan, apalagi yang menghukum, pasti ada orang yang tidak senang, pasti itu, tapi karena itulah kami diadakan, diberikan tugas,” ucap Yuliandri saat diwawancarai di Aula Gedung I MK, Jakarta, Rabu (7/1).
Berita Terkait
-
Dicap 'Raja Bolos' Sidang MK, Anwar Usman Akhirnya Buka Suara: Saya Sakit
-
Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?
-
Bayang-bayang Dwifungsi: Saat UU TNI Baru Memicu Perlawanan di Mahkamah Konstitusi
-
Uji UU TNI di MK, Tim Advokasi Soroti Impunitas dan Ancaman Militerisme
-
Pasal Penggelapan KUHP Baru Digugat, Nurut Perintah Atasan Bisa Dipenjara 5 Tahun?
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
3,5 Jam Rekonstruksi Kasus Little Aresha: Terungkap Siksaan ke Anak Atas Instruksi Ketua Yayasan
-
Kapolri Listyo soal UU Baru Polri: Presiden Ingin Polri Terlibat di Hal-hal Kepentingan Nasional
-
Sudah 37 Ribu Anak Keracunan MBG, YLKI Tantang Nanik S Deyang: 100 Hari Pertama Harus Nol Kasus!
-
Jaksa Tuding Nadiem Makarim Sembunyikan Kendali di Gojek Lewat Surat Kuasa
-
Eks Tapol Turun Tangan, STPI Serahkan Amicus Curiae ke MA Bela Aktivis Demo Agustus 2025
-
Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
-
Modus Kencan di Kos Berujung Curas, Motor dan Ponsel Pria Kalideres Raib
-
Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru
-
Kunjungan Menteri P2MI ke BTP Perkuat Jalur Karier Internasional bagi SDM Hospitality
-
PT PMM Sebut TNI AL Bertindak Arogan Buka 15 Kontainer, Sengketa Ekspor Tambang Makin Memanas