- Kecelakaan maut terjadi pada Rabu malam (21/1/2026) di perlintasan tanpa palang pintu Tebing Tinggi, menewaskan sembilan penumpang Toyota Avanza.
- Avanza tertabrak KA Sribilah Utama saat melintas tanpa waspada, mengakibatkan mobil ringsek dan terseret sekitar 300 meter.
- Sembilan korban meninggal dunia merupakan penumpang mobil; KA tidak menimbulkan korban, namun sempat tertahan akibat insiden tersebut.
Suara.com - Kecelakaan maut yang melibatkan mobil Toyota Avanza dan Kereta Api (KA) Sribilah Utama di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, terjadi pada Rabu (21/1/2026) malam. Insiden tragis ini menyebabkan sembilan orang meninggal dunia.
"Seluruh korban meninggal dunia merupakan penumpang Toyota Avanza BK 1657 AB. Sedangkan penumpang kereta api tidak ada korban," kata Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, Kamis (22/1/2026).
Berikut fakta-fakta terkait kecelakaan tersebut berdasarkan informasi resmi dari kepolisian dan PT KAI:
1. Waktu dan Lokasi Kejadian
Kejadian berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 18.24 WIB. Insiden tersebut menyebabkan seluruh penumpang minibus yang berjumlah sembilan orang meninggal dunia.
Peristiwa terjadi di perlintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, tepatnya di KM 83+300 petak jalan Stasiun Laut Tador–Stasiun Tebing Tinggi.
2. Kronologi Kejadian
Mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP yang dikemudikan Abdul Kadir Al Jaelani mengangkut sembilan orang dan melaju dari arah Sei Sigiling menuju Jalan Abdul Hamid.
Saat melintasi rel tanpa palang pintu, mobil tersebut tertabrak KA Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan yang datang dari arah Tebing Tinggi.
Akibat benturan keras, mobil terseret sejauh kurang lebih 300 meter dari titik awal tabrakan hingga mengalami kerusakan parah (ringsek total).
Pihak KAI menyatakan masinis telah membunyikan semboyan 35 (isyarat suara klakson lokomotif yang panjang dan khas) secara berulang kali. Namun, diduga pengemudi tidak mendengar atau kurang waspada saat melintas.
Baca Juga: Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Kendaraan tiba-tiba melintas di perlintasan tanpa palang pintu sehingga tabrakan tidak dapat dihindari dan mobil sempat terseret hingga 300 meter.
KA Sribilah Utama juga mengalami kerusakan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan usai bertabrakan dengan Toyota Avanza.
3. Identitas Korban (9 Orang Meninggal Dunia)
Seluruh penumpang di dalam mobil yang berjumlah sembilan orang dinyatakan meninggal dunia. Delapan orang tewas di lokasi kejadian, sementara sang sopir sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi, namun nyawanya tidak tertolong.
Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans RS Bhayangkara Tebing Tinggi.
Identitas korban:
- Abdul Kadir Al Jaelani (42) – Sopir (Medan Marelan)
- Rizal (59) – (Deli Serdang)
- Daratul Laila (50) – (Deli Serdang)
- Risnawati (57) – (Deli Serdang)
- Muhammad Hafiz (6) – Anak-anak (Deli Serdang)
- Muhammad Rafkha Attaqih (2) – Balita (Medan Marelan)
- Asrah (78/80) – Lansia (Deli Serdang)
- Sri Devi (41) – (Medan Marelan)
- Zaitun (50) – (Medan Marelan)
4. Tujuan Perjalanan
Berdasarkan keterangan keluarga dan polisi, rombongan satu keluarga ini berasal dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Mereka baru saja kembali dari Kabupaten Batu Bara untuk menghadiri acara keluarga dan sempat singgah di Tebing Tinggi (Sei Sigiling) guna menjenguk kerabat yang sedang sakit. Kecelakaan terjadi saat mereka dalam perjalanan pulang menuju Medan.
Berita Terkait
-
Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
-
Basarnas: Enam Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masih Dievakuasi
-
Truk Terbalik di Jalur Pantura Karawang, Lubang Jalan Picu Kemacetan Panjang
-
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi ABK KM Bintang Laut, Tim SAR Fokus Selamatkan Korban di Perairan Arafura
-
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Aksi Jual Asing Marak, Saham BBCA Sudah 'Diskon' Hampir 10 Persen
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
Terkini
-
DPR Beri 'Lampu Hijau' Pegawai Inti SPPG Jadi ASN: Tapi Tetap Harus Penuhi Kriteria
-
Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah
-
Sempat Hilang Saat Lonceng Steril, Warga Binaan Rutan Cipinang Ditemukan Tewas Tergantung
-
Update Terkini Banjir Jakarta: Semakin Parah, Sudah 143 RT Tergenang, Tinggi Air Capai 1,2 Meter
-
Banjir Rendam Cikarang Utara, Dapur Lapangan Brimob Layani Warga Terdampak
-
Dito Sebut Kemungkinan Diperiksa KPK Soal Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi
-
Pemprov DKI Tingkatkan Modifikasi Cuaca Hingga Tiga Kali Sehari, Termasuk ke Wilayah Penyangga
-
Jakarta Dikepung Banjir Meski Ada Modifikasi Cuaca, Pramono Anung: Bukan Bim Salabim Selesai
-
Eks Menpora Dito Ariotedjo Pastikan akan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini
-
Isu Kocok Ulang Kabinet Mencuat, Bahlil Lahadalia Siap Digeser?