- Seorang guru SMK Talaud, Berkam Saweduling, dikeroyok oknum TNI AL di Pelabuhan Melonguane, Sulawesi Utara.
- Pengeroyokan terjadi setelah korban menegur oknum prajurit yang mabuk dan berteriak, mengakibatkan enam warga terluka.
- Lima oknum anggota TNI AL pelaku penganiayaan telah ditahan Denpom untuk menjalani proses hukum sesuai pernyataan resmi TNI AL.
Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini digemparkan oleh dugaan aksi premanisme yang melibatkan oknum aparat terhadap warga sipil di ujung utara Indonesia.
Seorang guru SMK Negeri 1 Melonguane Berkam Saweduling (BS), menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan sejumlah oknum prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dari Lanal Melonguane.
Aksi pengeroyokan ini terjadi di Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Akibat kejadian tersebut, BS mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Korban dievakuasi TNI AL ke Manado untuk mendapatkan penangan medis yang lebih intensif.
Saat ini, Detasemen Polisi Militer (Denpom) telah melakukan penahanan terhadap lima oknum anggota TNI AL yang melakukan pengeroyokan terhadap BS.
“Oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, Minggu (25/1/2026).
Berikut ini fakta-fakta kunci di balik kasus penganiayaan guru SMK di Talaud yang kini tengah ditangani oleh pihak berwenang:
1. Identitas Korban dan Pelaku
Korban diketahui bernama Berkam Saweduling, seorang guru di SMK Negeri 1 Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Baca Juga: Di Bawah Ancaman Tsunami, Mengapa Warga Talaud Justru Tetap Tenang?
Sementara itu, pelaku pengeroyokan diduga berjumlah 5 (lima) oknum anggota TNI AL yang bertugas di Lanal Melonguane. Nama-nama mereka, yakni Praka R, Praka J, Praka F, Praka S, dan Praka H.
2. Pemicu Sepele: Masalah Memancing di Dermaga
Insiden bermula dari perselisihan di Pelabuhan Melonguane. Korban saat itu sedang memancing ikan bersama temannya.
Lalu terjadi kesalahpahaman atau adu mulut dengan oknum anggota TNI AL yang sedang mabuk. BS menegur oknum prajurit TNI AL mabuk tersebut karena berteriak dan memaki sehingga mengganggu warga.
Perselisihan ini berujung pada tindakan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban. Insiden ini bahkan berujung aksi demonstrasi ricuh di Mako (Markas Komando) Lanal Melonguane.
3. Korban 1 Masuk Rumah Sakit - Korban 2 Dilempar Ke Laut
Berita Terkait
-
Oknum TNI AL Mabuk dan Aniaya Warga Talaud, Masyarakat Geram Hingga Kapal Rusak Parah
-
Berpotensi Tsunami usai Gempa Filipina, BMKG Minta Warga di Talaud Tetap Tenang: Semoga Tak Terjadi
-
Celana Dalam Pink Jadi Saksi Aksi Bejat Guru SMK di Batang, Ancam dan Rayu Siswi Sejak Awal Tahun
-
Di Bawah Ancaman Tsunami, Mengapa Warga Talaud Justru Tetap Tenang?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
UU HAM Akan Direvisi Setelah 26 Tahun: Benarkah Sudah Usang?
-
Gelang GPS Resmi Dilepas, Suami Tersangka Bela Istri dari Jambret Bernapas Lega Usai Sepakat RJ
-
DPR Gelar Rapat Tertutup, Bahas Anggaran Bareng Menhan dan Panglima TNI
-
Bantah Kena OTT KPK, Eks Wamenaker Noel: Operasi Tipu-tipu
-
Eks Wamenaker Noel Klaim Dapat Info A1: Hati-hati Pak Purbaya Akan Dinoelkan!
-
Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian
-
Saksi Kunci Dituding Bohong di Persidangan, Pengacara Nadiem Minta Hakim Beri Sanksi
-
Fakta Pilu Longsor Bandung Barat: 17 Jenazah Dikenali, Seribu Personel Berjibaku Cari 65 Korban
-
Jalan Jakarta Dikepung Lubang Usai Hujan Deras, Pramono: Sampai 27 Januari Belum Bisa Diperbaiki
-
Tim Hukum Nadiem Laporkan Saksi ke KPK, Curiga Ada Tekanan di Balik Persidangan