- Seorang guru SMK Talaud, Berkam Saweduling, dikeroyok oknum TNI AL di Pelabuhan Melonguane, Sulawesi Utara.
- Pengeroyokan terjadi setelah korban menegur oknum prajurit yang mabuk dan berteriak, mengakibatkan enam warga terluka.
- Lima oknum anggota TNI AL pelaku penganiayaan telah ditahan Denpom untuk menjalani proses hukum sesuai pernyataan resmi TNI AL.
Korban tidak hanya mengalami intimidasi, tetapi dikeroyok secara brutal hingga mengalami luka-luka serius dan lebam di sekujur tubuh (babak belur). Korban diinjak, ditendang, dan dipukul berkali-kali. Akibat luka yang diderita, BS harus dilarikan ke RS Prof. Kandou Manado untuk perawatan intensif.
Tak hanya BS, salah satu korban lainnya bahkan diempar ke laut. Namun, warga segera menolong korban tersebut karena tidak bisa berenang.
4. Korban Menjad 6 Orang
Polres Kepulauan Talaud mencatat jumlah korban dalam peristiwa tersebut bertambah dari satu orang menjadi enam orang.
Selain korban awal, lima warga lain yang datang untuk menanyakan kejadian itu justru turut menjadi korban penganiayaan. Akibatnya, total enam warga mengalami luka akibat aksi kekerasan tersebut.
5. Aksi demonstrasi ricuh di Mako Lanal Melonguane
Akibat peristiwa pengeroyokan tersebut, memicu aksi protes dari masyarakat Talaud pada Jumat(23/1/2026) siang.
Aliansi Masyarakat Adat Melonguane menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak berwenang di area Markas Komando (Mako) TNI AL Lanal Melonguane.
Pertama, mereka mendesak Presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI agar menindak tegas oknum TNI AL yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Berkam Saweduling, warga asli Melonguane.
Baca Juga: Di Bawah Ancaman Tsunami, Mengapa Warga Talaud Justru Tetap Tenang?
Kedua, massa meminta Komandan TNI AL Lanal Melonguane dicopot apabila pelaku tidak diproses secara tegas dan menuntut penegakan hukum yang transparan. Ketiga, mereka mendesak agar kapal TNI AL di Pelabuhan Melonguane sementara ditarik hingga ada kepastian hukum bagi para pelaku.
6. Pernyataan TNI AL
Komandan Kodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi menegaskan seluruh oknum TNI AL yang terlibat akan diproses sesuai hukum dan tidak ditoleransi.
“Atas nama pemimpin TNI AL, kami tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL,” tegasnya.
Ia memastikan para oknum kini diperiksa Polisi Militer TNI AL dan menyatakan situasi di Melonguane telah kembali kondusif.
Komandan Pangkalan TNI AL Lanal Melonguane Letkol Laut Yogie Kuswara menyatakan pihaknya telah melakukan mediasi dengan keluarga korban. Ia menegaskan, oknum prajurit yang terlibat dalam tindakan penganiayaan tersebut akan diproses sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Oknum TNI AL Mabuk dan Aniaya Warga Talaud, Masyarakat Geram Hingga Kapal Rusak Parah
-
Berpotensi Tsunami usai Gempa Filipina, BMKG Minta Warga di Talaud Tetap Tenang: Semoga Tak Terjadi
-
Celana Dalam Pink Jadi Saksi Aksi Bejat Guru SMK di Batang, Ancam dan Rayu Siswi Sejak Awal Tahun
-
Di Bawah Ancaman Tsunami, Mengapa Warga Talaud Justru Tetap Tenang?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan