- Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, memberi sinyal Budisatrio Djiwandono akan pindah tugas ke jajaran pemerintahan.
- Sinyal tersebut disampaikan saat membuka rapat kerja bersama petinggi pertahanan di Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
- Rapat kerja Komisi I DPR dengan mitra kerja resmi dibuka secara tertutup untuk umum setelah memenuhi kuorum.
Suara.com - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, memberikan sinyal kuat mengenai masa depan politik Wakil Ketua Komisi I DPR, Budisatrio Djiwandono.
Hal itu disampaikan Utut saat membuka rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala BIN di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026) kemarin.
Awal membuka rapat, Utut menyapa para petinggi pertahanan dan keamanan yang hadir.
Namun, suasana menjadi menarik saat ia memberikan "kode" bahwa rekan pimpinannya yang duduk di sebelah kanan, yakni Budisatrio Djiwandono, diduga kuat akan segera berpindah tugas ke jajaran pemerintahan atau eksekutif.
"Mohon izin di depan ada pak Menhan, panglima dan Kepala BIN yang hadir itu menjadi daya tarik luar biasa. Kalau katanya orang sebelah kanan saya, yang dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif: You cannot beat the band with uniform," ujar Utut di hadapan para mitra kerja dalam rapat kemarin.
Pernyataan tersebut mencuri perhatian lantaran Budisatrio Djiwandono merupakan figur muda yang cukup vokal di Komisi I.
Setelah memberikan selingan tersebut, Utut menyapa jajaran petinggi TNI dan jajaran mitra yang hadir secara lengkap.
"Yang sangat kami hormati Pimpinan Komisi I, Bapak Jenderal TNI Purnawirawan Sjafrie, Panglima TNI, para Kepala Staf, dan teman-teman mitra kita," sambung Utut.
Utut kemudian memastikan jalannya rapat telah memenuhi syarat formal. Berdasarkan catatan kehadiran, rapat tersebut dihadiri oleh seluruh delapan fraksi yang ada di DPR.
Baca Juga: DPR Usul Presiden Bentuk Kementerian Bencana: Jadi Ada Dirjen Longsor, Dirjen Banjir
"Berdasarkan catatan, sudah delapan fraksi, full fraksi hadir semua, dan 29 anggota. Dengan ini rapat sudah memenuhi kuorum," tegasnya.
Mengingat isu yang dibahas berkaitan dengan pertahanan dan keamanan nasional yang sensitif, Utut meminta persetujuan para anggota dan mitra kerja untuk melangsungkan rapat secara tertutup dari awak media.
"Ibu, Bapak, saya mohon persetujuan karena sifat rapatnya sangat penting dan strategis yang juga bertalian erat dengan kebijakan negara yang memang tidak untuk konsumsi semua orang, saya memohon persetujuan sebelum saya gedok, ini tertutup. Apakah bisa disetujui?" tanya Utut yang kemudian dijawab "setuju" oleh seluruh peserta rapat.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini rapat kami nyatakan dibuka dan tertutup untuk umum," pungkas Utut seraya mengetuk palu sidang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Kawasan Sukapura Cilincing Kembali Tergenang Banjir, Sudah Lima Kali di Bulan Ini
-
Waspada Angin Kencang, 51 Rumah Hingga Sekolah di Cilincing Sudah Porak-Poranda
-
Nama Eks Stafsus Menag IAA Muncul, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Travel Haji
-
Kapolri Ungkap Akar Sosial Judi Online: Dari Pengangguran hingga FOMO
-
Satpam Ditemukan Tewas di Kontrakan Kalideres, Kondisi Tubuh Membiru
-
Hampir Semua Pasar di Kabupaten/Kota 3 Provinsi Terdampak Bencana Telah Operasional Melayani Pembeli
-
Ribuan Personel Bersihkan Aceh Tamiang
-
Sisi Gelap Penjarahan Fasilitas Jakarta: Antara Desakan Perut Urban dan Lemahnya Sistem Pengawasan
-
WNI Gabung Militer Asing: Iming-Iming Gaji Besar, Namun Status Kewarganegaraan Jadi Taruhan
-
Kasatgas Tito Pimpin Rakor Pembahasan Bantuan Rumah dan Bantuan Sosial Pascabencana