News / Nasional
Selasa, 27 Januari 2026 | 15:51 WIB
Arief Kamarudin (34), yang kini dikenal sebagai sosok "pemburu" ikan sapu-sapu di jagat media sosial. (Suara.com/Tsabita)
Baca 10 detik
  • Arief Kamarudin (34), fotografer lepas dari Lenteng Agung, menjadi sorotan karena konten menangkap ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung.
  • Arief memiliki misi memulihkan kondisi Kali Ciliwung yang kini didominasi ikan sapu-sapu invasif sejak Oktober 2025.
  • Tujuan utama Arief membuat konten adalah edukasi publik mengenai ikan sapu-sapu dan meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan sungai.

Perjuangannya bukan tanpa hambatan. Air sungai yang tercemar kerap menyisakan rasa gatal di sekujur tubuhnya.

"ini dari tadi saya tahan aja gatel," ungkapnya.

Obatnya sederhana, hanya mandi dan membilas tubuh berkali-kali setelah pulang dari sungai.

Belum lagi risiko perangkat elektronik yang bisa saja terjatuh ke air saat ia sibuk menjala sembari membuat konten.

Beruntung, kini ia dibantu seorang rekan bernama Ipul yang juga memiliki kebiasaan serupa sebagai konten kreator.

Harapan untuk Ciliwung yang Lebih Baik

Saat ditanya mengenai tujuannya, Arief tidak muluk-muluk soal popularitas pribadi. Ia ingin kontennya menjadi pemantik rasa sayang masyarakat terhadap sungai, sekaligus wadah edukasi mengenai ikan sapu-sapu.

Menurutnya, populasi ikan sapu-sapu yang berlebihan dan sampah yang masih menumpuk merupakan persoalan yang harus diselesaikan bersama.

Dengan semakin banyak orang menonton kontennya, ia berharap kesadaran untuk tidak membuang sampah ke kali dapat tumbuh, serta pengetahuan masyarakat tentang ikan sapu-sapu ikut meningkat.

"kedepannya harapan saya, ciliwung sampahnya nggak ada, terus ikan invasifnya lama-lama berkurang, pada akhirnya Kali Ciliwung udah bisa jadi tempat, bukan cuma tempat sampah lagi, jadi bisa orang nyari duit di situ, hiburan gitu, main," pungkasnya penuh harap.

Baca Juga: Waspada Siomay Campuran Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Ingatkan Bahaya Logam Berat yang Mengintai

Bagi Arief, Ciliwung bukan sekadar saluran air raksasa di tengah Jakarta. Sungai itu adalah rumah, tempat bermain, dan kini menjadi ruang perjuangan lewat lensa kamera serta jaring ikannya.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More