- Rupiah menguat 0,08 persen pada penutupan Selasa, 27 Januari 2026, mencapai Rp 16.768 per dolar AS.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen global mereda dan antisipasi investor terhadap keputusan FOMC keesokan harinya.
- Kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.801 per dolar AS, sementara mata uang Asia bergerak bervariasi.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik menguat pada penutupan, Selasa, 27 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp 16.768 per dolar AS.
Dengan level tersebut, membuat rupiah menguat 0,08 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.782 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.801 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi.
Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,3 persen. Selanjutnya ada rupee India yang menanjak 0,28 persen dan dolar Taiwan yang terangkat 0,11 persen.
Disusul, dolar Singapura yang naik 0,05 persen. Lalu, ada baht Thailand yang menguat tipis 0,04 persen terhadap the greenback.
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,38 persen.
Diikuti Jepang yang tertekan 0,32 persen dan peso Filipina yang ditutup terdepresiasi 0,18 persen. Lalu yuan China turun 0,05 persen. Lau, ada dolar Hongkong yang melemah tipis 0,02 persen pada perdagangan sore ini.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah penguatan rupiah terhadap dolar AS dikarenakan sentimen global.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS oleh meredanya sentimen negatif seputar indepedensi BI, dengan investor mengalihkan fokus pada FOMC besok," katanya saat dihubungi Suara.com.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Rupiah Anjlok Lagi
Lukman mengatakan, penguatan rupiah juga diperkirakan oleh intervensi BI. Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan investor terus memantau posisi dolar AS yang masih dalam tekanan sentimen sell-America
"Kabar tentunya FOMC besok bikin rupiah di range Rp 16.700 - Rp 16.800," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati