- Trump mengumumkan rencana menarik AS dari 66 organisasi PBB dan lembaga internasional terkait iklim, energi, kemanusiaan, perdamaian, dan demokrasi.
- Fokus proyek CCS Indonesia adalah negara-negara Asia, yang menghadapi dampak perubahan iklim
- Proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Indonesia tetap berjalan.
Suara.com - Kebijakan iklim Presiden AS Donald Trump yang menurunkan prioritas energi bersih memunculkan pertanyaan global: apakah langkah ini akan mengganggu proyek energi bersih di negara lain?
Director of Strategic Development and Operation ICCSC, Rizky Muhammad Kahfie, menegaskan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Indonesia tetap berjalan.
“Apa yang terjadi di luar sana, bahkan beberapa negara tidak lagi memprioritaskan CCS, tidak akan berpengaruh pada proyek di Indonesia,” ujarnya dalam peluncuran IICCS Forum 2026 seperti dikutip dari ANTARA.
Rizky menjelaskan fokus proyek CCS Indonesia adalah negara-negara Asia, yang menghadapi dampak perubahan iklim serupa dan memiliki komitmen dekarbonisasi sejalan dengan Indonesia.
Persetujuan bilateral dengan Singapura, Jepang, dan Korea Selatan sudah berjalan, sehingga proyek CCS tetap bisa berkembang.
Forum IICCS 2026, hasil kolaborasi ICCSC dan On Us Asia, menjadi platform bagi pemerintah, industri, akademisi, dan mitra internasional untuk memperkuat ekosistem CCS nasional.
Forum ini juga menegaskan bahwa solusi iklim tidak hanya retorika global, tetapi bisa diterjemahkan ke proyek konkret dengan manfaat nyata bagi ekonomi dan lingkungan di Asia Tenggara.
Sementara itu, Trump mengumumkan rencana menarik AS dari 66 organisasi PBB dan lembaga internasional terkait iklim, energi, kemanusiaan, perdamaian, dan demokrasi. Menurut memorandum Gedung Putih, keputusan ini diambil setelah meninjau “organisasi, konvensi, dan perjanjian yang dianggap bertentangan dengan kepentingan AS.”
Di tengah gejolak kebijakan global, Indonesia menunjukkan bahwa langkah-langkah praktis untuk mitigasi karbon dan transisi energi tetap bisa dilakukan, menempatkan negara dan masyarakat Asia pada posisi yang relevan dan berdampak nyata.
Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Korea Selatan, Saham Hyundai dan Kia Langsung Anjlok
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis