News / Nasional
Jum'at, 30 Januari 2026 | 17:02 WIB
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menghormati keputusan mundur Dirut BEI sebagai bentuk pertanggungjawaban dan integritas.
  • Pemerintah memastikan kondisi ekonomi nasional tetap stabil dengan fundamental yang diklaim masih kuat.
  • Insiden pasar modal dijadikan momentum bagi pemerintah untuk membenahi regulasi sektor keuangan ke depan.

Suara.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan tanggapan terkait pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.

Pemerintah menyatakan menghormati keputusan tersebut dan menilainya sebagai bentuk integritas serta pertanggungjawaban atas insiden yang terjadi di pasar modal baru-baru ini.

Prasetyo menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Menteri Koordinator (Menko) dalam pertemuan di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menyebut langkah Dirut BEI tersebut sejalan dengan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh pihak Menko.

"Kita tentunya menghormati keputusan itu. Kalau kita lihat dari pernyataan beliau, itu kan adalah bentuk pertanggungjawaban dari kejadian yang lalu," ujar Prasetyo kepada wartawan.

Meskipun pucuk pimpinan bursa mengundurkan diri di tengah situasi yang sempat memanas dua hari lalu, Prasetyo menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih dalam keadaan stabil.

Ia meminta publik dan pelaku pasar agar tidak perlu khawatir secara berlebihan.

"Tadi semua sudah dijelaskan oleh Pak Menko, intinya fundamental kita kuat," tegasnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menekankan bahwa pemerintah akan mengambil pelajaran penting dari peristiwa ini.

Baca Juga: Heboh Isu Reshuffle Kabinet, Mensesneg Sebut Evaluasi Menteri Tiap Hari, Ganti Jika Perlu

Mundurnya Dirut BEI dan dinamika pasar dalam beberapa hari terakhir akan dijadikan momentum bagi pemerintah serta otoritas terkait untuk membenahi regulasi di sektor keuangan.

"Bagi kita, setiap peristiwa harus kita ambil hikmahnya. Peristiwa dua hari yang lalu kita ambil hikmahnya sebagai bagian dari ke depan kita menata regulasi kita, sebagaimana tadi yang sudah disampaikan oleh Pak Menko," pungkasnya.

Load More