- Kejagung mengonfirmasi penggeledahan di rumah mantan Menteri LHK Siti Nurbaya terkait penyidikan tata kelola sawit 2015–2024.
- Penggeledahan oleh Jampidsus dilakukan di beberapa lokasi selama dua hari, 28–29 Januari 2026.
- Penyidik menyita dokumen dan barang bukti elektronik dari lokasi yang digeledah dalam kasus tersebut.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap fakta terkait penggeledahan rumah mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, membenarkan bahwa selain rumah Siti Nurbaya, penyidik juga menggeledah sejumlah lokasi lain.
“Saya benarkan dulu bahwa memang ada penggeledahan ya, beberapa waktu lalu. Itu di beberapa tempat. Salah satunya di rumah yang disebutkan tadi (Siti Nurbaya Bakar),” kata Syarief di Kejagung, Jumat (30/1/2026).
Syarief menegaskan, penggeledahan tersebut tidak berkaitan dengan tata kelola tambang. Ia menyebut, langkah itu dilakukan dalam rangka penyidikan kasus tata kelola kebun dan industri sawit.
“Penyidikan tata kelola kebun dan industri sawit,” ucap Syarief.
Adapun periode waktu yang menjadi fokus penyidikan berada pada rentang 2015–2024.
Saat ditanya apakah penyidik juga menggeledah rumah anggota DPR RI, Syarief mengaku belum dapat memastikan. Informasi yang diterimanya sejauh ini baru sebatas penggeledahan di kediaman mantan menteri.
“Memang ada beberapa tempat ya, tapi kalau yang namanya anggota DPR itu saya belum monitor. Kalau yang disebutkan tadi (mantan Menteri), betul,” jelasnya.
Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen serta barang elektronik.
Baca Juga: Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!
“Ada beberapa, ada dokumen, ada barang bukti elektronik. Itu adalah memang yang kita perlukan,” tandasnya.
Sebelumnya, tim penyidik Jampidsus juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Kehutanan.
Salah satu lokasi yang digeledah adalah rumah mantan menteri. Penggeledahan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 28–29 Januari.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, turut membenarkan adanya kegiatan penggeledahan tersebut.
“Benar, penggeledahan terkait kasus korupsi di Kemenhut,” kata Febrie saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara.com, pada Rabu (28/1) penyidik melakukan penggeledahan di wilayah Matraman, Jakarta Timur, dan Kemang, Jakarta Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kado Pahit Jelang May Day, Perusahaan Global Commscope Diseret ke Meja Hijau PN Jakpus Soal PHK
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?
-
Imbas May Day di DPR, Pintu Keluar Tol Slipi Ditutup: Cek Rute Alternatif Tomang-Tanjung Duren