- Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan partai bersikap hati-hati terkait isu ambang batas parlemen dalam revisi UU Pemilu.
- Partai Gerindra masih melakukan kajian teknis mendalam dan simulasi politik sebelum memutuskan angka pasti ambang batas diusulkan.
- Partai membuka diri terhadap masukan publik, akademisi, dan pegiat demokrasi sebelum mengeluarkan sikap resmi mengenai kebijakan tersebut.
Suara.com - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, pihaknya lebih memilih berhati-hati di tengah dinamika politik perubahan regulasi pemilu, terutama terkait ambang batas parlemen.
Perubahan aturan pemilihan umum itu kembali membahana seiring bergulirnya wacana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Salah satu poin paling krusial yang menjadi sorotan adalah besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).
Di tengah perdebatan antar-fraksi di DPR RI, Partai Gerindra memilih untuk tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Dasco yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI menyatakan, hingga saat ini partai berlambang kepala burung garuda tersebut belum menetapkan angka pasti terkait ambang batas yang akan diusulkan.
Menurutnya, Gerindra masih dalam tahap pengkajian teknis yang mendalam guna memastikan stabilitas demokrasi di masa depan.
“Kami masih melakukan simulasi-simulasi politik," kata Dasco, dikutip Jumat (30/1/2026).
Langkah simulasi ini dinilai penting karena perubahan angka ambang batas akan berdampak langsung pada peta kekuatan partai politik di Senayan.
Sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia, Gerindra memandang penentuan PT bukan sekadar soal kepentingan internal partai.
Baca Juga: PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai
Sebaliknya, kata dia, penentuan ambang batas parlemen itu adalah persoalan bagaimana menciptakan sistem parlemen yang sehat dan representatif bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dasco, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, menjelaskan bahwa partainya sangat membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak.
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, akademisi, hingga pegiat demokrasi menjadi elemen penting dalam pertimbangan Gerindra sebelum menetapkan sikap final.
"Dari partai Gerindra akan melakukan pengkajian dan membahas, sebelum kemudian akan dikeluarkan sikap resmi partai,” ungkap Dasco.
Pernyataan ini memberikan sinyal bahwa Gerindra ingin menghasilkan kebijakan yang komprehensif.
Ambang batas parlemen, sering kali menjadi isu sensitif karena berkaitan dengan potensi "suara terbuang" dari partai-partai kecil yang tidak berhasil menembus angka minimum untuk mendapatkan kursi di DPR.
Berita Terkait
-
PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai
-
Kritik Wacana Pengganti PT, Said Abdullah: Indonesia Multikultural, Tak Cocok Kawin Paksa Fraksi
-
PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Dihapus Hingga Usul Fraksi Dibatasi
-
DPR Beri 'Lampu Hijau' Pegawai Inti SPPG Jadi ASN: Tapi Tetap Harus Penuhi Kriteria
-
Pengamat: Dasco - Purbaya Jadi 'Duet Maut' Jaga Stabilitas Ekonomi Politik
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis