News / Nasional
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:15 WIB
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu (paling kanan) dalam sebuah diskusi. (Ist)
Baca 10 detik
  • Prabowonomics mengedepankan kepentingan nasional untuk kesejahteraan rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global saat ini.
  • Penting untuk memperkuat industri dalam negeri, seperti tembakau, agar menjadi eksportir dan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
  • Pemerintah didesak berkoordinasi agar kebijakan tidak merugikan penerimaan negara dan melawan intervensi asing terhadap industri lokal.

“Jadi saya setuju, saya katakan Prabowonomics itu 100 persen saya setuju sebagai orang yang bukan ekonomi ya. Karena apa, ini yang membuka banyak lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, untuk melakukan koordinasi dengan kementerian lain agar tidak mengambil kebijakan-kebijakan yang berpotensi merugikan penerimaan negara.

“Jangan kemudian kalau dari misalnya dari Kemenkes tanpa berkoordinasi dengan kementerian-kementerian lain, misalnya Kemenkeu, kalau misalnya oke rakyat hari ini ngga boleh lagi merokok. Selesai 300 triliun. Lapangan pekerjaan berapa yang hilang, enam juta. Orang tua yang single parent, yang biasa ngelinting rokok bisa nyekolahin anak, udah ngga bisa lagi. Gimana ceritanya,” paparnya.

Menurutnya, kepentingan nasional jauh lebih penting. Ia pun mendesak Indonesia untuk tidak kalah dengan intervensi asing terkait dengan pembatasan industri hasil tembakau.

“Bukannya saya tidak setuju dengan intervensi asing, tapi tolong perhatikan konteks di Indonesia sekarang,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat, menekankan pemerintah harus memperhatikan komoditas lokal, seperti industri hasil tembakau dan sawit.

Menurutnya, komoditas lokal perlu diperkuat untuk menopang kemandirian bangsa, salah satunya dengan hilirisasi.

“Hilirisasi dari sektor agraria itu juga banyaknya luar biasa. Misalnya dari CPO aja tuh, itu bisa 100-an derivatif. Dari hasil laut, dari hortikultura apa itu, bikin bunga-bunga apa itu yang harganya berpuluh-puluh kali lipat,” lanjutnya.

Jumhur menekankan perlunya keseriusan pemerintah agar gagasan Prabowonomics dapat benar-benar berjalan dan dapat dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Prabowonomics Beraksi, Mengapa 28 Perusahaan Dicabut Izinnya dan Jatuh ke Danantara?

“Kita kayaknya nggak serius nih ngembangin industri. Kalau kita serius aja itu udah bisa banyak banget lapangan pekerjaan di situ. Hilirisasi loh. Nah maksud saya Prabowonomics ya itu,” ujar dia.

Load More