- Prabowonomics mengedepankan kepentingan nasional untuk kesejahteraan rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global saat ini.
- Penting untuk memperkuat industri dalam negeri, seperti tembakau, agar menjadi eksportir dan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
- Pemerintah didesak berkoordinasi agar kebijakan tidak merugikan penerimaan negara dan melawan intervensi asing terhadap industri lokal.
“Jadi saya setuju, saya katakan Prabowonomics itu 100 persen saya setuju sebagai orang yang bukan ekonomi ya. Karena apa, ini yang membuka banyak lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, untuk melakukan koordinasi dengan kementerian lain agar tidak mengambil kebijakan-kebijakan yang berpotensi merugikan penerimaan negara.
“Jangan kemudian kalau dari misalnya dari Kemenkes tanpa berkoordinasi dengan kementerian-kementerian lain, misalnya Kemenkeu, kalau misalnya oke rakyat hari ini ngga boleh lagi merokok. Selesai 300 triliun. Lapangan pekerjaan berapa yang hilang, enam juta. Orang tua yang single parent, yang biasa ngelinting rokok bisa nyekolahin anak, udah ngga bisa lagi. Gimana ceritanya,” paparnya.
Menurutnya, kepentingan nasional jauh lebih penting. Ia pun mendesak Indonesia untuk tidak kalah dengan intervensi asing terkait dengan pembatasan industri hasil tembakau.
“Bukannya saya tidak setuju dengan intervensi asing, tapi tolong perhatikan konteks di Indonesia sekarang,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat, menekankan pemerintah harus memperhatikan komoditas lokal, seperti industri hasil tembakau dan sawit.
Menurutnya, komoditas lokal perlu diperkuat untuk menopang kemandirian bangsa, salah satunya dengan hilirisasi.
“Hilirisasi dari sektor agraria itu juga banyaknya luar biasa. Misalnya dari CPO aja tuh, itu bisa 100-an derivatif. Dari hasil laut, dari hortikultura apa itu, bikin bunga-bunga apa itu yang harganya berpuluh-puluh kali lipat,” lanjutnya.
Jumhur menekankan perlunya keseriusan pemerintah agar gagasan Prabowonomics dapat benar-benar berjalan dan dapat dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: Prabowonomics Beraksi, Mengapa 28 Perusahaan Dicabut Izinnya dan Jatuh ke Danantara?
“Kita kayaknya nggak serius nih ngembangin industri. Kalau kita serius aja itu udah bisa banyak banget lapangan pekerjaan di situ. Hilirisasi loh. Nah maksud saya Prabowonomics ya itu,” ujar dia.
Berita Terkait
-
Prabowonomics Beraksi, Mengapa 28 Perusahaan Dicabut Izinnya dan Jatuh ke Danantara?
-
Sore Ini Prabowo Lantik 8 Anggota DEN di Istana Negara
-
Menlu Sugiono Sebut Dunia Sambut Positif Pidato 'Prabowonomics', Indonesia Naik Tingkat?
-
Prabowonomics Menggema di WEF Davos 2026: Dari Danantara, MBG, hingga Efisiensi Anggaran
-
Momen Prabowo Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum 2026
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Lebih Dulu, Terbuka Jika Kejagung Mau Koordinasi
-
KPK Minta Tambah Anggaran Rp762 Miliar, Sahroni: Tanggung, Rp5 Triliun Sekalian!
-
Guru Besar UI Bongkar Keanehan Program MBG, Data Stunting dan Lokasi Dapur Tak Nyambung
-
ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik
-
Prabowo Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Pilih Fokus Selesaikan Urusan Dalam Negeri
-
1,4 Juta Lansia Terancam Tak Dapat Bantuan, Gus Ipul Minta Tambah Anggaran Rp22 T
-
PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi
-
Polisi Disebut Sulit Memahami Korban, Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli di Madina Berlarut-larut
-
Biar Nggak 'Minta-minta' di Jalan, DPR Minta Polri Hidupkan Lagi Dana Patroli
-
Sindir Polisi 'Ngumpet' di Lampu Merah, DPR Usul Dana Patroli Dihidupkan: Biar Nggak Nyetop Lagi!