- Menteri PPPA Arifah Fauzi menjadikan keluarga Gus Dur dan Sinta Nuriyah sebagai teladan ideal rumah tangga tanpa ketimpangan gender.
- Pernyataan tersebut disampaikan pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
- Pembagian peran domestik yang setara dan dukungan ekonomi keluarga oleh Sinta Nuriyah membuktikan pentingnya kesetaraan dalam lingkup rumah tangga.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyebut keluarga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Sinta Nuriyah Wahid sebagai contoh terbaik dalam praktik rumah tangga tanpa ketimpangan gender dan kekerasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah dalam acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional STOVIA, Jakarta, yang juga dihadiri langsung oleh Sinta Nuriyah Wahid.
"Kalau kita belajar dari keluarga Bu Sinta, ini adalah keluarga yang bisa dijadikan model. Karena ketika Bu Sinta mengandung sampai melahirkan, pekerjaan dapur yang mengerjakan itu adalah Gus Dur. Jadi Bu Sinta ini sebagai ratu," kata Arifah di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut Arifah, pembagian peran dalam keluarga Gus Dur menunjukkan tidak adanya sekat dalam urusan domestik. Hal ini membuktikan bahwa pemenuhan hak dan kesetaraan bisa diterapkan secara nyata di lingkup terkecil seperti rumah tangga.
"Tidak ada ketimpangan gender di keluarga Gus Dur apalagi kekerasan. Jadi ini bisa menjadi contoh bagi kita semua. Gus Dur seorang tokoh, tapi dia mau melakukan hal-hal yang sifatnya domestik," ujarnya.
Selain pembagian kerja domestik, Arifah juga menceritakan perjuangan Sinta Nuriyah dalam membantu menopang perekonomian keluarga pada masa lampau melalui usaha rumahan.
"Dan ibu dulu untuk memperkuat ekonomi keluarga, ibu goreng kacang, dibungkus untuk mengurangi beban ekonomi keluarga," tuturnya.
Melalui keteladanan pasangan tersebut, Arifah menekankan bahwa peran perempuan di dalam keluarga sangat besar dan mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai situasi ekonomi maupun sosial.
"Perempuan selalu bisa melakukan apa pun untuk keluarga," pungkas Arifah.
Baca Juga: Mohamad Sobary Tegas Bantah Gus Dur Pernah Puji Prabowo Orang Paling Ikhlas: Tak Ada Kitabnya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV