- Kebakaran melanda pabrik plastik di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (18/5/2026) sore dengan luas area seribu meter persegi.
- Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan 95 personel dan 19 unit mobil pemadam untuk menjinakkan api yang merobohkan tembok gudang.
- Hingga Kamis (21/5/2026), proses pendinginan masih berlanjut menggunakan alat berat karena tumpukan material tertutup oleh reruntuhan bangunan yang terbakar.
Suara.com - Kebakaran hebat melanda sebuah gudang yang diduga berfungsi sebagai pabrik plastik di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06/RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (18/5/2026) sore.
Laporan pertama kebakaran masuk ke petugas pukul 14.23 WIB, dan tim pemadam dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat tiba di lokasi sekitar tujuh menit kemudian, pukul 14.30 WIB.
Operasi pemadaman langsung dimulai pukul 14.31 WIB, dengan status kebakaran merah. Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan kekuatan penuh dengan total 19 unit mobil pemadam kebakaran dan 95 personel untuk menjinakkan si jago merah.
Gudang yang terbakar memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi, dan bagian tembok sisi kanan bangunan dilaporkan roboh akibat dahsyatnya kobaran api.
Menurut keterangan saksi mata, kebakaran berasal dari dalam gudang saat pergantian sif kerja. Sementara penyebab resmi masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Hingga hari ini, Kamis (21/5/2026), kebakaran masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Ahmad Syaiful Kahfi, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa proses penanganan masih berlanjut.
“Sampai hari ini masih proses pendinginan,” ujarnya dalam pesan tertulis yang diterima Suara.com melalui aplikasi WhatsApp.
Ia menjelaskan bahwa kondisi di lokasi masih menyulitkan petugas karena reruntuhan bangunan menutupi tumpukan barang di dalamnya.
Baca Juga: Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
“Masih ada tumpukan barang yang tertutup puing bangunan, harus diurai,” papar Syaiful.
Proses penguraian puing kini tengah dilakukan dengan menggunakan alat berat guna mempercepat pemadaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU
-
5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda
-
Membedah Makna Lagu 'Usik' Feby Putri: Seni Berdamai dengan Luka Masa Lalu
-
Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga
-
Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!
-
Rayakan 20 Tahun Debut, BigBang Bahas Identitas dan Kejayaan di Lagu BiiiG
-
Perang SUV Listrik Memanas: Nevo Q05 Pamer Ngecas Kilat, Leap Motor Andalkan Sasis Eropa
-
6 Cara Pakai Bedak Tabur di Atas Sunscreen agar Tidak Menggumpal, Makeup Jadi Halus
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?