- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan belum ada pembahasan mengenai perombakan kabinet di Jakarta pada Selasa (3/2/2026).
- Pengamat menilai reshuffle dapat menjadi upaya Presiden Prabowo menyingkirkan kepercayaan Presiden sebelumnya, salah satunya Pratikno.
- Tujuh menteri santer dikabarkan masuk radar reshuffle, sementara beberapa menteri lain juga dinilai layak dievaluasi kinerjanya.
Suara.com - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan belum ada pembahasan mengenai perombakan kabinet atau reshuffle. Hal ini ditegaskan menjawab isu perihal tersebut.
"Belum ada, belum. Belum Ada," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Pras memberikan jawaban serupa saat merespons pertanyaan ihwal isu beredar menyebut perombakan kabinet mendatang menjadi momentum menyingkirkan sejumlah menteri yang menjadi representasi Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
"Belum ada," kata Pras.
Pratikno Masuk Radar
Isu reshuffle Kabinet Merah Putih tidak hanya dipandang sebagai evaluasi kinerja menteri semata, tetapi juga dinilai mengandung pesan politik penting.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyebut bahwa perombakan kabinet dapat menjadi indikasi Presiden Prabowo Subianto menyingkirkan orang-orang kepercayaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Salah satu nama yang disorot adalah ialah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.
“Reshuffle itu juga mengindikasikan ada upaya menyingkirkan orang-orang kepercayaan Jokowi. Salah satunya Pratikno, yang bila jadi di-reshuffle menjadi indikasi penyingkiran kepercayaan Jokowi,” kata Jamiluddin kepada Suara.com, Rabu (28/6/2026).
Baca Juga: Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
Menurutnya, langkah tersebut memang sudah semestinya dilakukan karena loyalitas ganda dinilai berbahaya bagi kepemimpinan Prabowo.
“Upaya menepikan orang-orang Jokowi kiranya memang sudah seharusnya dilakukan. Sebab, mereka ini penganut loyalis ganda,” ucapnya.
Meski demikian, Jamiluddin mengingatkan agar Prabowo tidak menggunakan pendekatan keluargaisme dalam melakukan reshuffle kabinet.
Menurutnya, hal itu justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif di mata publik.
“Kalau pun keluarga dipromosikan menjadi menteri atau deputi di BI, semata karena kompetensi. Hal itu perlu dinyatakan secara terbuka agar publik tidak berspekulasi terhadap kepemimpinan Prabowo,” ujarnya.
Ia menilai, dengan pendekatan tersebut, Prabowo dapat menjaga jarak dari citra kepemimpinan sebelumnya dan tetap memperoleh penghormatan dari rakyat.
Berita Terkait
-
Pigai Minta Isu Reshuffle Kabinet Tak Digoreng, Tegaskan Pernyataan Mensesneg Valid
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Jokowi Mati-matian Bela PSI, Dinilai Bukan Sekadar Dukungan
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas