News / Nasional
Selasa, 03 Februari 2026 | 22:50 WIB
Sekjen PBNU yang juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo memutuskan Indonesia bergabung Board of Peace (BoP) untuk mengawasi masa depan Jalur Gaza.
  • Alasan utama keikutsertaan Indonesia dalam BoP adalah pertimbangan kemanusiaan mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.
  • BoP adalah badan internasional prakarsa Donald Trump yang fokus pada stabilisasi pascakonflik Gaza bersama negara mayoritas Muslim.

Fakta bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara dari kawasan ASEAN yang bergabung, menempatkan posisi Tanah Air dalam konstelasi geopolitik yang sangat strategis sekaligus menantang.

Dukungan Penuh dari Tokoh Islam

Dalam pertemuan di Istana, Presiden Prabowo tidak hanya membahas soal BoP, tetapi juga menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah lainnya, baik di level domestik maupun internasional. Dialog tersebut, menurut Gus Ipul, berlangsung sangat produktif dan mencerahkan.

Para tokoh yang hadir disebut memahami sepenuhnya arah dan tujuan kebijakan yang diambil Presiden.

Dukungan pun mengalir, dengan harapan besar agar kontribusi Indonesia dapat benar-benar mewujudkan kemerdekaan Palestina dan menciptakan situasi yang lebih baik di Jalur Gaza.

"Saya lihat para tokoh-tokoh yang hadir memahami dan juga tentu memberikan dukungan, berharap Presiden juga bisa turut berkontribusi dalam memerdekaan Palestina dan juga menyertakan situasi yang produktif di Jalur Gaza," ucap Gus Ipul.

Load More