- Polda Metro Jaya memastikan tidak ada rekayasa BAP dalam kasus penganiayaan Polsek Cilandak berdasarkan bukti CCTV dan pemeriksaan Propam.
- Penyidik terbukti menggunakan kertas bekas untuk mencetak interogasi, yang merupakan pelanggaran disiplin, bukan rekayasa pasal narkotika.
- Kasus penganiayaan yang dilaporkan pada Desember 2025 kini diambil alih penyidikannya oleh Polres Metro Jakarta Selatan dan tetap berjalan.
Meski demikian, lanjut Budi, Bidang Propam tetap mengambil tindakan terhadap penyidik karena menggunakan kertas bekas yang seharusnya dimusnahkan.
Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran disiplin dan tidak berkaitan dengan rekayasa perkara.
Sementara penyidikan perkara penganiayaan kini diambil alih Polres Metro Jakarta Selatan dan tetap berjalan.
"Artinya proses ini tetap berjalan dalam proses penyidikan dan ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan," jelasnya.
Viral Dugaan Rekayasa BAP
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah beredar video viral yang menuding adanya manipulasi BAP dalam penanganan perkara penganiayaan di Polsek Cilandak.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @saukansamallo. Dalam video terlihat seorang warga memprotes dua anggota polisi karena dokumen yang diminta untuk ditandatangani disebut tidak sesuai dengan hasil klarifikasi awal dugaan penganiayaan.
Dalam lampiran BAP yang dipersoalkan, tercantum adanya timbangan narkoba yang disebut tidak berkaitan dengan laporan dugaan penganiayaan.
Kasi Humas Polsek Cilandak Aipda Nuryono menyebut penyidik yang terekam dalam video tersebut telah diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya dan Propam Polres Metro Jakarta Selatan.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
"Untuk penyidik tersebut (yang ada didalam video) sudah diperiksa oleh Propam Polda Metro dan Propam Polres Metro Jakarta Selatan," kata Nuryono kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Berita Terkait
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
-
Viral Warga Ngamuk di Polsek Cilandak, Hasil BAP Penganiayaan Berubah Jadi Kasus Narkoba
-
Propam Pastikan Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Pedagang Es Gabus, Aiptu Ikhwan Tetap Jalani Pembinaan
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi