- Polda Metro Jaya memastikan tidak ada rekayasa BAP dalam kasus penganiayaan Polsek Cilandak berdasarkan bukti CCTV dan pemeriksaan Propam.
- Penyidik terbukti menggunakan kertas bekas untuk mencetak interogasi, yang merupakan pelanggaran disiplin, bukan rekayasa pasal narkotika.
- Kasus penganiayaan yang dilaporkan pada Desember 2025 kini diambil alih penyidikannya oleh Polres Metro Jakarta Selatan dan tetap berjalan.
Suara.com - Polda Metro Jaya memastikan tidak ada rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam penanganan perkara dugaan penganiayaan di Polsek Cilandak.
Kepastian itu disampaikan berdasar bukti rekaman CCTV hingga hasil pemeriksaan yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan atau Propam terhadap penyidik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan berdasar hasil pendalaman Bidang Propam telah dipastikan perkara yang ditangani murni penganiayaan.
"Jadi kami sampaikan kepada rekan-rekan dan masyarakat untuk bijak agar informasi ini lurus. Tidak ada berita acara itu dibolak-balik. Dan ini semua adalah perkara tentang perkara penganiayaan," kata Budi kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
Budi juga menjelaskan, rekaman CCTV ruang penyidikan menunjukkan penyidik mencetak berita acara interogasi menggunakan kertas bekas untuk keperluan koreksi sebelum dituangkan ke kertas baru.
"Dari penyampaian penyidik ini sudah disepakati oleh saudara IP," ucap dia.
Rekaman CCTV tersebut telah disita Bidang Propam Polda Metro Jaya dan akan diuji di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri.
"Tidak ada editing, tidak ada rekayasa terhadap CCTV ini," ucap dia.
Terkait dokumen yang viral, Budi menegaskan dokumen tersebut hanya satu sisi dan bukan BAP dua muka.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
Tulisan perkara narkotika di bagian belakang kertas disebut berasal dari sisa penggunaan kertas bekas perkara lain.
"Jadi tidak ada namanya BAP itu di dua sisi," bebernya.
Perkara penganiayaan itu dilaporkan korban berinisial NA pada 11 Desember 2025. Terlapor adalah DA, istri IP alias R, dengan dugaan pemukulan di pipi dan pelipis.
Penyidik telah melakukan visum serta memeriksa korban dan saksi.
Mantan Kapolresta Malang Kota tersebut kembali menegaskan tidak ada penerapan pasal narkotika dalam perkara tersebut.
"Tidak benar bahwa adanya rekayasa pengenaan pasal terkait tentang narkotika," tegasnya.
Berita Terkait
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
-
Viral Warga Ngamuk di Polsek Cilandak, Hasil BAP Penganiayaan Berubah Jadi Kasus Narkoba
-
Propam Pastikan Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Pedagang Es Gabus, Aiptu Ikhwan Tetap Jalani Pembinaan
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba