- Roy Suryo mengungkap adanya broker yang menawarkan Restorative Justice terkait kasus ijazah palsu Jokowi pada 3 Januari 2026.
- Broker tersebut, yang diduga relawan pendukung Jokowi, menawarkan kesepakatan damai dengan imbalan finansial kepada Roy Suryo.
- Roy Suryo menolak keras tawaran RJ karena menganggap ijazah Jokowi 99,9% palsu dan menolak meminta maaf.
Suara.com - Pakar telematika sekaligus mantan Menpora, Roy Suryo, mengungkap hal baru terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Dalam sebuah diskusi panas, Roy Suryo secara blak-blakan mengungkap adanya praktik perantara atau broker yang mencoba melobi dirinya untuk menghentikan perseteruan hukum melalui jalur damai atau Restorative Justice (RJ).
Isu ijazah palsu ini memang kembali menghangat setelah status tersangka beberapa tokoh yang terlibat di dalamnya mulai mengalami perubahan.
Roy Suryo mengklaim bahwa dirinya menjadi target operasi para broker yang ingin kasus ini diselesaikan di bawah meja. Pernyataan ini disampaikan Roy dalam program "Rakyat Bersuara" yang disiarkan oleh iNews TV pada Selasa (3/1/2026).
Roy Suryo mengungkapkan bahwa belakangan ini banyak pihak yang mencoba mendekatinya dengan menawarkan opsi Restorative Justice.
Menurutnya, pola ini sudah terlihat pada beberapa tokoh lain yang sebelumnya menyandang status tersangka dalam kasus serupa, seperti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang status hukumnya telah gugur setelah menempuh jalur damai tersebut.
Namun, Roy mengaku memiliki pengalaman yang berbeda. Ia menyebut ada sosok-sosok tertentu yang berperan sebagai makelar kasus.
"Saya bisa buktikan banyak yang namanya broker kayak Farhat Abbas ini, nawar-nawarin 'Eh, mau RJ (Restorative Justice) enggak? Mau RJ enggak?," kata Roy.
Keterlibatan nama-nama populer dalam pusaran tawaran damai ini menambah bumbu dramatis dalam perseteruan hukum yang sudah berlangsung lama. Roy mengindikasikan bahwa tawaran tersebut bukan sekadar upaya mediasi biasa, melainkan ada motif lain yang lebih gelap di belakangnya.
Baca Juga: Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana
Keterlibatan Relawan dan Tudingan "Uang Haram"
Lebih jauh lagi, Roy Suryo membeberkan identitas dari pihak yang mencoba menawarinya jalan damai tersebut.
Ia menyebutkan bahwa sosok broker itu diduga kuat merupakan bagian dari jaringan pendukung setia mantan presiden.
Roy mensinyalir ada keuntungan finansial yang dijanjikan kepada sang perantara jika berhasil membujuk para tersangka kasus ijazah untuk menyerah dan meminta maaf.
"Ternyata dia salah satu, tim relawannya Jokowi. Ya, dia menawarkan kalau mau mari kita ketemu, ngopi-ngopi dan menawarkan sesuatu, Artinya itu uang haram itu yang ditawarkan," ujarnya.
Roy Suryo: Pantang Minta Maaf, Ijazah 99,9% Palsu
Berita Terkait
-
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana
-
Roy Suryo Ungkap Ada Strategi Pecah Belah Usai Dilaporkan Eggi Sudjana: Ini Tujuan dari Geng Sana
-
Laporan Roy Suryo Terhadap Tujuh Orang Masuk Babak Baru, Polisi Panggil Saksi Ahli
-
Roy Suryo Siap Laporkan Balik Eggi Sudjana, Sebut Ada Strategi Adu Domba 'Otoritas Solo'
-
Eggi Sudjana Polisikan Roy Suryo Usai Bertemu Jokowi, Kuasa Hukum Singgung 'Kendali Solo'
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi