- Moody's mempertahankan peringkat kredit Indonesia Baa2, namun mengubah prospek menjadi negatif karena kekhawatiran kredibilitas dan konsistensi kebijakan nasional.
- Risiko utama meliputi tata kelola, belanja negara agresif, dan ketidakjelasan skema pendanaan entitas baru Danantara yang mengkhawatirkan.
- Pemulihan outlook stabil memerlukan konsistensi arah kebijakan, penguatan basis penerimaan negara, serta peningkatan daya saing struktural.
Dampaknya, skor akhir Indonesia kini berada di rentang Baa1 hingga Baa3, turun dari rentang sebelumnya A2 hingga Baa1.
Moody’s juga memberikan peta jalan bagi pemerintah untuk mengembalikan outlook menjadi stabil, bahkan membuka peluang kenaikan peringkat di masa depan.
Kuncinya adalah pemulihan kredibilitas kebijakan, arah kebijakan yang jelas dan konsisten, serta penguatan penerimaan negara secara berkelanjutan guna mendukung reformasi fiskal.
Selain itu, pemerintah didorong untuk mempercepat pertumbuhan struktural melalui peningkatan daya saing dan pendalaman sektor keuangan.
Disiplin terhadap BUMN juga perlu diperketat, khususnya terkait kejelasan tata kelola dan skema pendanaan Danantara agar tidak membebani anggaran negara.
“Indonesia belum kehilangan fondasi, tetapi sedang diuji arah dan konsistensinya. Ketahanan makro adalah jangkar, namun kredibilitas kebijakan adalah kompas,” pungkas Harris.
Berita Terkait
-
Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah
-
Kesehatan Mental Generasi Muda: Antara Tantangan dan Layanan Pemerintah
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci