- Seorang bocah WNI berusia 6 tahun tewas ditabrak mobil saat menyeberang jalan di kawasan Chinatown, Singapura, pada 6 Februari.
- Jenazah korban telah dipulangkan dari Singapura ke Jakarta pada Minggu pagi, 8 Februari, didampingi keluarga.
- KBRI Singapura aktif mendampingi keluarga korban dan memfasilitasi proses administratif hingga pemulangan jenazah selesai.
Berdasarkan laporan dari jurnalis Shin Min Daily News yang berada di lokasi, suara tangis histeris terdengar dari dalam ruangan.
Seorang wanita lanjut usia, yang diyakini sebagai nenek korban, tampak sangat terpukul dan tidak kuasa melihat jasad cucunya untuk terakhir kali.
Ia terlihat terus menangis di bahu seorang wanita muda yang mencoba menenangkannya. Sementara itu, ayah dari bocah tersebut menunjukkan duka yang luar biasa.
Ia terlihat sangat lemah dan kesulitan untuk berdiri tegak. Dalam beberapa momen, sang ayah bahkan terlihat terduduk di lantai sambil terus menitikkan air mata, dibantu oleh kerabat muda lainnya.
Di sisi lain, ibu dari bocah tersebut, yang berusia 31 tahun, dilaporkan tidak hadir di kamar jenazah.
Hal ini dikarenakan ia masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya dalam kecelakaan yang sama.
Kronologi Kecelakaan di South Bridge Road
Kecelakaan maut ini terjadi saat keluarga asal Indonesia ini sedang menikmati waktu liburan mereka di Singapura.
Insiden bermula ketika mereka tengah menyeberang jalan di sepanjang South Bridge Road, kawasan Chinatown. Tanpa terduga, sebuah mobil menghantam bocah enam tahun tersebut beserta ibunya.
Baca Juga: 9 Fakta dan Kronologi Kecelakaan di Singapura yang Menewaskan Bocah WNI Usia 6 Tahun
Pihak Kepolisian Singapura (SPF) menyatakan bahwa saat dievakuasi ke rumah sakit, keduanya masih dalam keadaan sadar.
Namun nahas, nyawa bocah perempuan tersebut tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.
Pihak berwajib Singapura bergerak cepat merespons insiden ini. Seorang pengemudi wanita berusia 38 tahun telah ditangkap oleh pihak kepolisian.
Pengemudi tersebut kini menghadapi jeratan hukum atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar yang menyebabkan kematian.
Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan oleh otoritas Singapura, untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan di salah satu titik paling ramai bagi wisatawan tersebut.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para wisatawan mengenai pentingnya kewaspadaan di jalan raya, sekaligus menunjukkan betapa cepatnya bantuan diplomatik diperlukan saat warga negara menghadapi musibah di luar negeri.
Berita Terkait
-
9 Fakta dan Kronologi Kecelakaan di Singapura yang Menewaskan Bocah WNI Usia 6 Tahun
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Liburan Hemat ke Singapura: Tips Praktis untuk Traveler Indonesia
-
Dari Langit Dunia ke Nusantara: Jaringan Singapore Airlines yang Bikin Indonesia Makin Terhubung
-
Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pesan Prabowo untuk Thomas Djiwandono yang Resmi jadi Deputi Gubernur BI
-
Mantan Kepala LKPP Ungkap Aturan Harga E-Katalog dalam Sidang Dugaan Korupsi Nadiem Makarim
-
Ibu Korban Kecelakaan Maut di Singapura Masih Dirawat Intensif, Pengemudi Resmi Ditahan
-
Fakta Baru Kasus Pria Dikira Panggul Mayat, Biawak Gagal Dijual Dibawa Pulang Jalan Kaki
-
Terima Aspirasi Amnesty, DPD RI Dorong Penyelesaian Damai Konflik dan Penguatan HAM di Papua
-
Amnesty Internasional Laporkan Tragedi Gearek ke DPD: Heli Militer Diduga Serang Pemukiman
-
Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!
-
Sempat Dinonaktifkan, Mensos Pastikan BPJS PBI 106 Ribu Pasien Katastropik Aktif Otomatis
-
Hampir Separuh Laut Dunia Kini Tercemar Sampah: Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Pelajar Tewas Gegara Jalan Berlubang di Matraman, Polisi Dalami Faktor Infrastruktur