News / Internasional
Senin, 09 Februari 2026 | 15:05 WIB
Bocah berusia 6 tahun yang merupakan warga negara Indonesia ditabrak seorang pengemudi di Singapura, 6 Februari 2026. Bocah itu tewas di tempat. Sementara ibunya luka-luka. {Mothership]
Baca 10 detik
  • Seorang bocah WNI berusia 6 tahun tewas ditabrak mobil saat menyeberang jalan di kawasan Chinatown, Singapura, pada 6 Februari.
  • Jenazah korban telah dipulangkan dari Singapura ke Jakarta pada Minggu pagi, 8 Februari, didampingi keluarga.
  • KBRI Singapura aktif mendampingi keluarga korban dan memfasilitasi proses administratif hingga pemulangan jenazah selesai.

Suara.com - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar seorang bocah berusia 6 tahun warga negara Indonesia atau WNI, yang ditabrak mati di kawasan sibuk Chonatown, Singapura.

Jenazah bocah yang menjadi korban dalam kecelakaan fatal pada 6 Februari lalu itu, kini telah diberangkatkan kembali ke tanah air, Jakarta, untuk peristirahatan terakhirnya.

Proses repatriasi atau pemulangan jenazah dilakukan pada Minggu pagi, 8 Februari, akhir pekan lalu.

Jenazah bocah tersebut meninggalkan Singapura menggunakan maskapai Singapore Airlines pada pukul 06.50 waktu setempat.

Dalam penerbangan yang penuh kesedihan tersebut, tampak pihak keluarga dan kerabat mendampingi kepulangan sang buah hati yang tewas dalam kecelakaan saat sedang berwisata.

Kehadiran Keluarga dan Dukungan Diplomatik

Sejak kabar kecelakaan tersebut mencuat, pihak keluarga tidak tinggal diam. Kerabat korban segera terbang dari Indonesia dan tiba di Singapura pada Jumat malam (6 Februari), tak lama setelah insiden terjadi.

Sebagian kerabat kembali ke Jakarta pada Sabtu malam, sementara yang lain memilih bertahan hingga proses pemulangan jenazah tuntas pada Minggu pagi.

Peran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura menjadi sangat krusial dalam memastikan seluruh proses administratif berjalan lancar.

Baca Juga: 9 Fakta dan Kronologi Kecelakaan di Singapura yang Menewaskan Bocah WNI Usia 6 Tahun

Juru bicara KBRI Singapura menyatakan, staf kedutaan telah memberikan pendampingan sejak awal, termasuk mengunjungi keluarga korban di Singapore General Hospital (SGH) pada malam kejadian.

"Staf Kedutaan telah bertemu dengan ayah gadis itu dan akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga almarhumah," kata juru bicara kedutaan tersebut kepada media, dikutip hari Senin (9/2/2026).

KBRI juga menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi komunikasi dengan semua pihak agar seluruh proses, khususnya repatriasi, tidak menemui kendala berarti.

Isak Tangis Pecah di Kamar Jenazah

Momen paling memilukan terjadi ketika keluarga mendatangi kamar jenazah (morgue) pada Sabtu, 7 Februari, sekitar pukul 14.15 untuk mengambil jenazah.

Suasana di sekitar lokasi berubah menjadi sangat emosional.

Load More