- Kepala BGN Dadan Hindayana memaparkan empat mekanisme khusus program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan.
- Anak sekolah di daerah puasa menerima makanan tahan lama untuk berbuka, berbeda dengan wilayah tidak puasa.
- Pelayanan bagi ibu hamil, menyusui, balita, dan pesantren menyesuaikan waktu distribusi menjelang berbuka puasa.
Beberapa jenis makanan yang dipilih meliputi protein hewani yang diawetkan secara tradisional serta kudapan khas daerah.
"Terkait dengan menu yang untuk dibawa pulang, itu kami sudah tetapkan lebih banyak dengan contohnya kurma, telur rebus atau telur asin, telur pindang. Kemudian ada abon, buah, susu, dan penganan-penganan lokal yang saya kira secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan, yang tahan lama," paparnya.
Dadan juga menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meminimalisir penggunaan produk dari korporasi skala besar dalam program ini.
Kebijakan tersebut diambil untuk memperluas keterlibatan pelaku usaha kecil di daerah dalam penyediaan menu Ramadan.
"Kami hindarkan semaksimal produk-produk perusahaan besar. Sesekali boleh, tapi tidak setiap hari. Jadi kami ingin mendorong agar UMKM terlibat banyak di dalam proses penyediaan menu di saat Ramadan ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Link Simulasi Soal TKA 2026 dan Panduan Lengkap Terbaru
-
HPN 2026, Polda Metro Jaya Soroti Bahaya Framing Medsos
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
-
Skandal Suap DJKA: KPK Dalami Peran 18 Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ini Daftar Namanya
-
Kabar Baik! Istana Percepat Hapus Tunggakan BPJS Triliunan, Tak Perlu Tunggu Perpres?