- Ketua Fraksi Golkar, M. Sarmuji, mengingatkan anggota legislatif menjaga etika politik dan tidak menyerang pejabat eksekutif partai atau koalisi.
- Instruksi ini disampaikan pada HUT ke-58 Fraksi Golkar, menekankan penggunaan jalur komunikasi internal untuk kritik internal sesama kader.
- Sarmuji menetapkan empat etika politik, termasuk dukungan mutlak pada Asta Cita dan larangan menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden.
Suara.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, memberikan peringatan keras kepada seluruh anggota legislatifnya untuk menjaga etika politik terhadap sesama rekan satu partai dan koalisi.
Sarmuji menginstruksikan agar tidak ada lagi aksi "jeruk makan jeruk" atau serangan terbuka terhadap pejabat eksekutif yang berasal dari Partai Golkar maupun mitra koalisi lainnya.
Pesan tegas ini disampaikan Sarmuji dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
"Jangan menyerang kawan sendiri. Kita punya Menteri yang cukup banyak. Ada 8 Menteri, ada 3 Wakil Menteri, ada 1 Gubernur Lemhannas. Kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan di antara kawan sendiri, tolong kasih masukan sebelum rapat dimulai," tegas Sarmuji di hadapan ratusan kader Golkar.
Sarmuji menekankan bahwa fenomena "jeruk makan jeruk"—istilah yang sering dipopulerkan oleh Bambang Soesatyo—tidak boleh terjadi di lingkungan Fraksi Golkar.
Ia meminta anggota DPR dari Fraksi Golkar menggunakan saluran komunikasi internal jika ingin memberikan catatan kritis terhadap kinerja kementerian yang dipimpin oleh kader sendiri.
"Agar sesama kawan sendiri, jangan sampai jeruk makan jeruk, istilahnya Mas Bambang Susatyo," imbuhnya mengingatkan.
Menurut Sarmuji, menjaga lisan dan sikap politik terhadap rekan koalisi merupakan konsekuensi dari fatsun (etika) politik Golkar sebagai pendukung utama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan koalisi permanen yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan kebijakan, baik yang populer maupun tidak populer.
Baca Juga: Sinyal Kuat Golkar: Prabowo Dijamin Maju Lagi di Pilpres 2029, Asalkan...
Selain melarang serangan terhadap kawan sendiri, Sarmuji menetapkan tiga fatsun lainnya:
Dukungan Mutlak: Seluruh kebijakan fraksi harus mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.
Jangan Serang Presiden: Mengharamkan serangan terhadap kebijakan Presiden dan Wakil Presiden.
Kawal Keputusan Negara: Tidak menyoal program yang sudah berjalan, seperti Makan Bergizi Gratis, melainkan memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan.
Sarmuji menegaskan bahwa empat poin etika politik ini akan menjadi pedoman baku Fraksi Golkar dan akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bukti komitmen loyalitas partai berlambang pohon beringin tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Pertemuan Prabowo dengan Taipan Dikritik: Kontradiktif dengan Semangat Lawan Oligarki!
-
Bukan Inisiatif Prabowo, Ahmad Khozinudin Sebut 5 Pengusaha Panik dan Minta Ketemu
-
Gus Ipul Desak Wali Kota Denpasar Tarik Ucapan Dinilai Menyesatkan Publik
-
Ungkap Bobroknya Pilkada Langsung, Pengamat Singgung Perbaikan Sistem Pemilu
-
Noel Bongkar Teka-teki Parpol Tiga Huruf Berinisial 'K' di Kasus Korupsi K3 Kemenaker
-
Kelakar Prabowo Jawab Tuduhan Otoriter: Jangan-jangan Rakyat Ingin Itu Sedikit untuk Lawan Koruptor
-
Prabowo Tegaskan Berani Ambil Abolisi dan Amnesti: Hukum Jangan Jadi Alat Politik
-
DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman
-
Perempuan Mahardhika: Semakin RUU PPRT Tak Disahkan, Banyak Pekerja Rumah Tangga Mengalami Kekerasan
-
Golkar Dorong Pembentukan Koalisi Permanen demi Stabilitas Politik Nasional