- Masjid Jogokariyan Yogyakarta memulai persiapan Ramadan dengan pematangan dekorasi dan logistik, termasuk penghitungan ulang alat makan yang sering hilang.
- Masjid Jogokariyan meningkatkan kuota buka puasa menjadi 3.800 porsi harian, menyajikan beragam menu nusantara, dan kini menggunakan alat cuci beras otomatis.
- Sistem masak masih berbasis gotong royong melibatkan 28 kelompok ibu-ibu Dasawisma/PKK yang berlomba memberikan masakan terbaik untuk jemaah.
"Jadi yang biasanya ibu-ibu itu bolak-balik ngangkut beras yang sudah dicuci, lah sekarang kan tinggal dinyalain aja sudah cuci sendiri kayak gitu," paparnya.
Menurut dia inovasi ini dianggap penting untuk keberlangsungan di Masjid Jogokariyan. Sebab tidak hanya akan dipakai ketika saat buka puasa Ramadan saja tetapi pada berbagai acara besar lainnya.
Lomba Kebaikan Ibu-ibu
Edo memaparkan bahwa sistem memasak di Jogokariyan masih mempertahankan tradisi gotong royong. Setidaknya pemasakan pada bulan Ramadan ini melibatkan 28 kelompok ibu-ibu Dasawisma/PKK dari empat wilayah RW.
"Masing-masing kelompok itu mendapat jatah masak satu kali. Ya jadi hari pertama itu biasanya dari takmir yang masak, baru nanti kelompok ibu-ibu itu di hari kedua," tuturnya.
Setiap kelompok mendapatkan giliran memasak di rumah masing-masing dengan subsidi biaya lauk dari masjid. Kelompok ibu-ibu biasanya terdiri dari 15-20 orang.
"Nah mereka diberi amanah untuk memasak sekitar 2.000 porsi. Nah yang 1.800 dimasak oleh takmir punya dapur umum sendiri," ungkapnya.
Disampaikan Edo, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga melalui semangat fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan.
"Nah uniknya di antara ibu-ibu ini itu saling gengsi, gengsi dan menimbulkan fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Jadi saling, misal nih yang kelompok sana itu cuma daging ayam aja, kalau bisa kelompok kita besok daging sapi dan seterusnya," ungkapnya.
Baca Juga: Sambut Ramadan 2026, Ini Deretan Sinetron dan Serial Streaming Pilihan untuk Sahur dan Berbuka Puasa
Berita Terkait
-
Sambut Ramadan 2026, Ini Deretan Sinetron dan Serial Streaming Pilihan untuk Sahur dan Berbuka Puasa
-
Kapan Mulai Sholat Tarawih 2026? Ini Penetapan Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Resmi
-
Bukan Cuma Masjid Jogokariyan! Ini 6 Lokasi 'Emas' Takjil Gratis Ramadan 2026 di Jogja
-
3 Hari Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Masih Pedas dan Daging Kerbau Melambung
-
25 Link Contoh Undangan Buka Puasa Bersama, Bisa untuk Alumni hingga Teman Kantor
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi