- Spanduk berisi kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran terpasang di gerbang masuk kampus UGM, Sleman, pada Kamis, 21 Mei 2026.
- Pihak UGM menegaskan pemasangan spanduk mencatut identitas kampus dan tidak merepresentasikan sikap resmi universitas sehingga segera diturunkan.
- BEM UGM menyatakan spanduk tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa akar rumput terkait kondisi ekonomi serta ketidakpastian kepemimpinan nasional.
Suara.com - Sebuah spanduk bertuliskan 'Surat Permohonan Maaf' terpasang di gerbang masuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).
Spanduk itu sempat menjadi sorotan karena memuat kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam spanduk tersebut tertulis permohonan maaf yang mengatasnamakan UGM karena dianggap telah membiarkan Prabowo-Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029.
Adapun tulisan pada spanduk berbunyi:
Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah membiarkan PRABOWO-GIBRAN menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029.
Demikian permohonan maaf ini kami buat sebagai bentuk PENYESALAN karena melihat betapa BOBROKNYA KEPEMIMPINAN NASIONAL hari ini yang menjadi jalan pintas kehancuran bangsa- ditandai dengan berkuasanya orang-orang tanpa kompetensi, nestapa politik, dan carut-marutnya ekonomi.
Di bawah spanduk tertulis bahwa permohonan maaf dibuat sebagai bentuk penyesalan dari kampus, "Hormat kami, Universitas Gadjah Mada".
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, membenarkan adanya baliho yang terpasang di gerbang masuk kampus pada pagi hari.
"UGM pada prinsipnya menghormati dan melindungi kebebasan berekspresi dan penyampaian aspirasi oleh setiap warga bangsa," kata Made Andi saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati
Namun, UGM menegaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut bukan dilakukan oleh pihak kampus dan tidak merepresentasikan sikap resmi universitas.
"Meski mengatasnamakan UGM, baliho tersebut tidak dipasang oleh UGM dan tidak mewakili pandangan resmi UGM. Dengan demikian, baliho tersebut mencatut identitas UGM dan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Kampus menilai pemasangan spanduk itu pun tidak sesuai dengan aturan penggunaan ruang di area kampus sehingga akhirnya diturunkan beberapa saat kemudian.
"Dengan demikian, baliho tersebut mencatut identitas UGM dan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Ketua BEM UGM 2026, Sheron Adam Funay, mengatakan bahwa spanduk tersebut bukan dipasang oleh BEM UGM.
"Jadi spanduk permohonan maaf tersebut bukan dipasang oleh BEM, melainkan oleh teman-teman akar rumput UGM. BEM hanya ikut meramaikan yang pada dasarnya jadi keresahan kami bersama," kata Sheron.
Berita Terkait
-
Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati
-
Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun
-
Pidato di DPR RI, Presiden Prabowo Sebut Rakyat Tak Bermimpi Hidup Kaya
-
Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Tragis! Tak Sempat Lari, Kakek 81 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Palmerah
-
Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'
-
Prabowo Terima Kunjungan Kerja PM Singapura di Istana, 26 MoU Akan Ditandatangani
-
4 Kali Dilaporkan Warga, Tujuh Bangunan di Tanah Abang Segera Ditertibkan
-
Linglung saat Diperiksa Polisi, Tersangka Pemukulan Pengendara Motor di Jagakarsa Jalani Tes Urine
-
Pelaku Pemukulan Pengendara di Jagakarsa Jalani Tes Urine, Motif Masih Misterius
-
Peluru Tembus Dinding Tewaskan Ibu Hamil di Papua, DPR Minta Pemerintah Buka Siapa Pelakunya
-
Bukan Sekadar Isu Sosial, Komisi VIII DPR Sebut LGBT Sebagai Ancaman Serius Kelanjutan Generasi
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam, Daerah Diminta Waspadai Ancaman Serupa
-
Kemlu Klarifikasi Kehadiran 'Wakil' Indonesia di Pemakaman Ali Khamenei