News / Nasional
Kamis, 19 Februari 2026 | 11:12 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto dok. tim media presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penghematan anggaran negara sebesar 18 miliar dolar AS dalam beberapa bulan awal kepemimpinannya.
  • Penghematan dicapai melalui penghapusan inefisiensi, proyek tidak produktif, serta membatalkan anggaran seremonial dan perjalanan dinas.
  • Kebijakan efisiensi ini mendapat demonstrasi penolakan, namun Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemangkasan anggaran yang tidak perlu.

Penghematan anggaran tidak berhenti di sana. Prabowo turut memangkas biaya perjalanan dinas luar negeri dari institusi pemerintah yang nilainya mencapai miliaran dolar AS.

"Semua orang ingin melakukan studi banding untuk mempelajari sesuatu di luar Indonesia. Padahal menurut saya masalah Indonesia sudah sangat jelas," kata Prabowo.

Prabowo bahkan dibuat heran dengan rencana perjalanan dinas luar negeri dalam rangka studi banding ke Australia. Lucunya, studi banding di Australia untuk mempelajari pengentasan kemiskinan. Menurut Prabowo itu tidak relevan, mengingat Australia adalah salah satu dari sepuluh negara terkaya di dunia.

"Dan lucunya, saat mereka mengirim tim ke sana, saya dengar dari teman-teman saya di Australia, saat itu sedang musim Paskah. Orang Australia sedang libur, jadi tidak ada orang yang bisa diajak diskusi," kata Prabowo.

"Hal-hal seperti ini terjadi, dan saya bertekad untuk bersikap rasional. Ada juga laporan tim studi banding ke Jepang sekitar tanggal 20 Desember, saat itu sudah masa Natal. Hal-hal seperti inilah yang saya coba rasionalkan," ujarnya.

Load More